Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Hadapi Ancaman Superflu, Dinkes Kota Malang Imbau Warga Tak Panik: Tetap Waspada

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

07 - Jan - 2026, 19:37

Placeholder
Ilustrasi virus flu.(Foto: istimewa).

JATIMTIMES - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dinilai ikut memperbesar risiko penularan virus influenza yang telah bermutasi menjadi superflu (H3N2). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski pandemi Covid-19 telah lama berlalu.

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menjelaskan bahwa faktor cuaca memang berpengaruh, namun bukan menjadi satu-satunya penyebab meningkatnya risiko penularan. Mutasi virus, cuaca ekstrem, hingga gaya hidup masyarakat yang mulai abai terhadap protokol kesehatan disebut menjadi kombinasi yang patut diwaspadai.

Baca Juga : Belum Ada Laporan Kasus, Pemkot Surabaya Tetap Waspadai Super Flu

“Cuaca itu bisa memengaruhi, tapi mutasinya sudah ada. Virusnya bermutasi, kemudian ditunjang cuaca ekstrem, ditambah lifestyle masyarakat yang masih kurang baik dalam pengendalian,” ujar Husnul.

Ia menyoroti kebiasaan penggunaan masker yang kini semakin jarang ditemui di ruang publik. Menurut dia, banyak warga merasa ancaman virus sudah terlampau jauh sejak pandemi Covid-19 berakhir, padahal risiko penularan penyakit pernapasan tetap ada.

“Terutama pemakaian masker. Sekarang masih jarang, karena merasa sudah melewati masa pandemi,” imbuhnya.

Secara nasional, kasus superflu tercatat lebih banyak menyerang anak-anak dan perempuan. Menyikapi hal itu, Dinkes Kota Malang memastikan skrining kesehatan tetap berjalan melalui program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau seluruh kelompok usia. “CKG itu skrining semua usia, mulai bayi baru lahir sampai lansia,” jelas Husnul.

Selain itu, Dinkes memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Malang dalam kondisi aktif dan siap melayani masyarakat. Tercatat ada 16 puskesmas, 33 puskesmas pembantu (pustu), dan 642 posyandu yang tersebar di 57 kelurahan. Tidak hanya itu, layanan kesehatan juga diperkuat dengan 29 rumah sakit serta sekitar 156 klinik.

Tenaga kesehatan pun telah diinstruksikan untuk aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, baik saat pelayanan di fasilitas kesehatan maupun ketika turun ke lapangan.

Baca Juga : Bejat! Ayah di Jombang Tega Setubuhi Anak Tirinya

“Dokter, perawat, bidan sudah kami infokan untuk menyampaikan ke masyarakat, apa itu flu, bagaimana virus bermutasi menjadi superflu, dan apa yang harus dilakukan agar potensi penularan bisa diminimalisasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Husnul menekankan bahwa masyarakat tidak perlu ketakutan, namun harus tetap waspada. Ia mengimbau warga untuk kembali menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Gunakan masker saat beraktivitas di luar atau di ruangan yang banyak orang, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, penuhi gizi seimbang. Kalau ada keluhan, segera ke fasilitas kesehatan terdekat agar cepat tertangani,” pungkasnya.

Dengan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan yang ada, Dinkes Kota Malang optimistis potensi penularan superflu dapat ditekan, selama masyarakat turut berperan aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan.


Topik

Kesehatan Superflu Kota Malang Dinkes Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy