JATIMTIMES - Paparan mikroplastik yang semakin masif dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi perhatian publik. Mulai dari makanan, minuman, hingga lingkungan, partikel plastik berukuran mikro disebut hampir tak terhindarkan masuk ke dalam tubuh manusia.
Seorang dokter sekaligus praktisi kesehatan asal Indonesia yang dikenal luas sebagai penggagas konsep Jurus Sehat Rasulullah (JSR), dr Zaidul Akbar, membeberkan dua jenis tumbuhan yang diklaim dapat membantu mengikat partikel plastik yang masuk ke dalam tubuh akibat paparan sehari-hari.
Baca Juga : Belum Ada Temuan, Dinkes Kota Malang Tetap Siaga Pantau Superflu
Zaidul Akbar mengatakan mikroplastik hampir tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Paparan bisa berasal dari makanan, minuman, maupun lingkungan sekitar. “Hampir setiap hari kita kemasukan plastik, khususnya mikroplastik,” ucap Zaidul Akbar.
Sementara, tubuh manusia tidak memiliki kemampuan khusus untuk mengelola partikel plastik tersebut secara optimal. “Dan sayangnya tubuh tidak mampu mengelolanya. Dua bahan ini bisa mengikat plastik di dalam tubuh kita, insya Allah,” imbuh Zaidul.
Dua bahan ini adalah fenugreek atau klabet dan okra. Zaidul pun membeberkan resep cara mengonsumsinya. Fenugreek bisa digunakan sebanyak setengah sendok teh, sedangkan okra cukup dua batang.
Okra dianjurkan untuk direndam atau diinfus dalam air. Kemudian bisa dicampurkan dengan fenugreek dan diminum pada malam hari menjelang tidur.
“Fenugreek setengah sendok teh, okra dua batang. Okranya diinfus dalam air lalu dimasukkan fenugreek, diminum malam jelang tidur,” jelas Zaidul.
Baca Juga : Wengker–Ponorogo: Tanah Konflik dan Kekuasaan Tua di Tanah Angker Jatim
Mrnurut dia, fenugreek dan okra dikenal sebagai tumbuhan yang kaya serat larut. Kandungan tersebut sering dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan pencernaan karena mampu membantu mengikat zat tertentu di dalam saluran cerna.
“Hal inilah yang kemudian menjadi dasar klaim keduanya dapat berperan dalam mengikat mikroplastik,” imbuh Zaidul.
Ziadul mengimbau bahwa upaya utama untuk mengurangi risiko mikroplastik tetap harus dimulai dari pencegahan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih bahan makanan segar, serta memperbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah.
