JATIMTIMES - Ancaman penyakit menular kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, virus yang dikenal sebagai super flu dilaporkan telah masuk ke Indonesia dan mulai menginfeksi masyarakat, termasuk anak-anak. Kondisi ini memicu kewaspadaan karena varian virus tersebut disebut lebih mudah menular dan dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan adanya puluhan kasus influenza subclade K yang terdeteksi hingga akhir Desember 2025. Varian ini merupakan bagian dari influenza A (H3N2), jenis virus flu yang sebelumnya juga menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
Baca Juga : Dari Clean Girl ke Bold Look, Ini Arah Tren Makeup Global 2026
Menarik perhatian, kelompok anak-anak dan perempuan tercatat sebagai populasi yang paling banyak terinfeksi. Oleh karena itu, orang tua diminta untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak, terutama saat anak menunjukkan gejala flu yang tidak biasa.
Mengenal Super Flu Subclade K
Super flu subclade K masih satu keluarga dengan virus influenza musiman. Namun, para ahli menilai varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, terutama di lingkungan padat seperti sekolah, tempat penitipan anak, dan rumah tangga.
Masa inkubasi super flu berkisar antara 3 hingga 4 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada periode ini, penderita mungkin belum menunjukkan gejala, tetapi sudah berpotensi menularkan virus kepada orang lain.
Gejala Super Flu pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Secara umum, gejala super flu mirip dengan flu biasa. Namun pada banyak kasus, keluhannya terasa lebih intens dan membuat anak sulit beraktivitas. Berikut 12 gejala super flu pada anak yang paling sering ditemukan:
1. Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba
2. Batuk kering dan berlangsung cukup lama
3. Sakit tenggorokan yang mengganggu saat menelan
4. Nyeri otot dan pegal-pegal
5. Sakit kepala
6. Tubuh terasa sangat lemas
7. Kelelahan berlebihan, meski tidak banyak beraktivitas
8. Bersin-bersin
9. Hidung berair atau tersumbat
10. Nafsu makan menurun
11. Nyeri dada
12. Sesak napas, terutama pada kondisi yang lebih berat
Pada anak usia kecil, gejala juga bisa disertai rewel berlebihan, sulit tidur, atau menangis terus-menerus akibat tubuh yang tidak nyaman.
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Orang tua sebaiknya tidak menganggap remeh flu pada anak. Segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami kondisi berikut:
• Demam tinggi lebih dari dua hari
• Anak terlihat sangat lemas dan tidak aktif
• Sesak napas atau napas berbunyi
• Anak sulit makan dan minum
• Nyeri dada atau batuk tidak kunjung membaik
Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh yang lebih rentan.
Cara Penularan Super Flu
Virus super flu dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai cara, antara lain:
- Droplet atau percikan dari batuk dan bersin
- Kontak langsung dengan penderita
- Menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus
- Berbagi alat makan, botol minum, atau handuk
- Berada dalam kontak dekat dan intens dengan orang yang terinfeksi
- Lingkungan tertutup dan ramai meningkatkan risiko penularan, terutama jika ventilasi udara kurang baik.
Baca Juga : Viral Dua Bocah Perempuan Hadang Kereta di Sidoarjo, Begini Kronologinya
Langkah Pencegahan Super Flu pada Anak
Untuk mengurangi risiko penularan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan sederhana, seperti:
• Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun
• Mengajarkan etika batuk dan bersin
• Memastikan anak cukup istirahat
• Memberikan asupan makanan bergizi
• Menggunakan masker saat anak sedang tidak sehat atau berada di tempat ramai
• Menghindari berbagi barang pribadi dengan orang lain
Selain itu, menjaga kebersihan rumah dan rutin membersihkan benda yang sering disentuh juga membantu menekan penyebaran virus.
Meski disebut super flu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Kewaspadaan, pola hidup sehat, serta penanganan yang tepat menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari risiko infeksi.
Dengan mengenali gejala sejak awal dan melakukan langkah pencegahan, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan anak di tengah meningkatnya kasus flu.
