JATIMTIMES — Arus wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Jawa Timur (Jatim) pada awal 2026 mengalami koreksi setelah periode libur akhir tahun. Pergerakan turis asing yang tercatat melalui Bandara Internasional Juanda menunjukkan tren penurunan, baik secara bulanan maupun tahunan.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim Herum Fajarwati menyebut jumlah kunjungan wisatawan asing pada Januari 2026 menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga : Kondisi Terkini Puluhan Santri Jombang Keracunan Usai Makan Menu MBG
“Pada bulan Januari 2026 jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda sebanyak 20.548 kunjungan. Kondisi tersebut mengalami penurunan 17,87 persen dibandingkan dengan kondisi pada bulan Desember 2025 sebanyak 25.019 kunjungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara tahunan jumlah wisatawan asing yang datang ke Jatim juga masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun lalu.
“Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2025, jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur juga mengalami penurunan 7,10 persen atau 1.571 kunjungan, dengan jumlah wisman pada Januari 2025 sebanyak 22.119 kunjungan,” kata Herum.
Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim tercatat mencapai 329.945 kunjungan. Bandara Internasional Juanda masih menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan asing yang datang ke provinsi ini.
Di tengah penurunan kunjungan wisman pada awal tahun, aktivitas perjalanan wisata domestik masih menunjukkan pergerakan yang sangat besar.
BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Jatim pada Januari 2026 mencapai 17,58 juta perjalanan. Angka tersebut turun 10,87 persen dibandingkan Desember 2025.
Berdasarkan daerah tujuan perjalanan, Kota Surabaya menjadi tujuan terbesar dengan 2,07 juta perjalanan atau sekitar 11,78 persen dari total perjalanan wisnus tujuan Jatim. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sidoarjo dengan 1,25 juta perjalanan.
Besarnya mobilitas wisata domestik tersebut menunjukkan bahwa pergerakan wisata di Jatim masih sangat ditopang oleh perjalanan wisatawan dalam negeri, meskipun kunjungan wisatawan mancanegara mengalami fluktuasi pada awal tahun.
