Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Fuzail bin Iyaz dan Seribu Dinar yang Dibuang: Ketika Nasihat Ulama Menampar Kekuasaan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

12 - Jan - 2026, 10:11

Placeholder
Ilustrasi seorang ulama yang membuang emas yang diberikan oleh penguasa. (ist)

JATIMTIMES - Ketika kekuasaan bertemu kezuhudan, sejarah mencatat satu adegan sunyi yang mengguncang istana. Bukan oleh pedang atau pasukan, melainkan oleh keteguhan hati seorang ulama yang memilih bersih dari dunia. 

Dialah Fuzail bin Iyaz, sosok yang dengan tenang menolak, bahkan membuang harta pemberian Khalifah Harun ar-Rasyid demi menjaga kemerdekaan nurani dan kejernihan nasihatnya kepada penguasa.

Baca Juga : Tamu Menginap Makin Singkat, Okupansi Hotel di Kota Batu 2025 Turun 30 Persen

Kisah ini direkam Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam Tadzkiratul Auliya. Diceritakan, Harun ar-Rasyid mendatangi Fuzail untuk meminta petuah. Nasihat itu bukan basa-basi. Kalimatnya menembus, menghunjam, dan membuat sang khalifah tersedu. Air mata jatuh, tubuhnya limbung, nyaris tak sadarkan diri.

Dalam suasana haru itu, Harun ar-Rasyid mengajukan satu pertanyaan, “Apakah engkau memiliki utang yang belum terbayar, wahai Fuzail?”

Jawaban Fuzail melompat jauh dari logika dunia. “Benar,” katanya, “Utang ketaatanku kepada Allah. Jika Dia menagihnya saat ini, celakalah aku.”

Harun meluruskan maksudnya. Yang ia tanyakan adalah utang kepada sesama manusia. Namun Fuzail kembali menutup pintu harapan itu dengan ketenangan yang menusuk, seraya menyatakan rasa syukurnya karena Allah telah mencukupkan kebutuhannya, sehingga ia tak perlu mengeluh atau meminta kepada siapa pun.

Percakapan itu belum berakhir. Sang khalifah lalu meletakkan sebuah kantong berisi seribu dinar di hadapan Fuzail. Ia menegaskan bahwa harta tersebut halal, berasal dari warisan ibunya. Sebuah gestur yang, bagi kebanyakan orang, mungkin dianggap sebagai penghormatan atau hadiah mulia.

Namun reaksi Fuzail justru berbalik arah. Dengan nada tegas, ia menegur Harun ar-Rasyid. Menurut dia, nasihat yang barusan disampaikan tak membekas sedikit pun. Khalifah, kata Fuzail, telah tergelincir kembali pada kesalahan dan ketidakadilan.

Khalifah Harun terkejut. Ia meminta penjelasan. Fuzail pun menjawab tanpa ragu. Ia mengingatkan bahwa dirinya menyeru sang khalifah menuju keselamatan, tetapi justru diseret ke dalam godaan dunia. 

Harta itu, menurut Fuzail, seharusnya dikembalikan kepada pemilik yang mampu mengelolanya, bukan diberikan kepada orang yang tidak pantas untuk bergantung padanya. Semua nasihat menjadi sia-sia jika ujungnya adalah bujukan dunia.

Baca Juga : Membangun Negara dengan Bata: Senapati Kediri dan Pertahanan Awal Mataram

Usai berkata demikian, Fuzail bangkit. Tanpa drama, ia melemparkan kantong berisi seribu keping emas itu keluar rumah.

Pemandangan itu membuat Harun ar-Rasyid terdiam. Dari mulut seorang penguasa besar lahir pengakuan yang jujur. Ia menyebut Fuzail sebagai manusia agung, bahkan “raja bagi umat manusia”, karena ketegasannya dan karena dunia di mata Fuzail begitu kecil dan tak berarti.

Tak lama setelah itu, Khalifah Harun ar-Rasyid meninggalkan rumah sang ulama, membawa pulang pelajaran yang tak bisa dibeli dengan harta.

Fuzail bin Iyaz, bernama lengkap Abu Ali al-Fuzail bin Iyaz al-Talaqani, lahir di wilayah Khurasan. Riwayat hidupnya penuh tikungan tajam. Di masa muda, ia dikenal sebagai perampok. Namun perjalanan hidup membawanya ke Kufah, lalu ke Makkah, tempat ia menetap hingga akhir hayatnya pada 187 Hijriah atau 803 Masehi.

Nama Fuzail kemudian masyhur sebagai ahli hadis dan ulama zuhud yang disegani. Keberaniannya menasihati Harun ar-Rasyid secara langsung, tanpa takut kehilangan apa pun, terus dikenang sebagai simbol bahwa kebenaran tak pernah tunduk pada kekuasaan, dan iman yang teguh tak bisa dibeli oleh dunia.


Topik

Agama Kisah Fuzail bin Iyaz Khalifah Harun ar-Rasyid kisah ulama dan umara kajian Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy