JATIMTIMES - Hari Senin kerap dianggap sebagai awal yang berat. Setelah libur panjang dan akhir pekan berlalu, rutinitas kembali menanti, mulai dari pekerjaan yang tertunda hingga tugas baru yang menumpuk. Tak jarang, beban pikiran makin terasa ketika masih ada utang atau kewajiban yang belum terselesaikan.
Padahal, Senin sejatinya bisa menjadi momentum untuk memulai kembali dengan optimisme. Harapannya, hari pertama di pekan baru ini membawa kelapangan rezeki, baik dari usaha rutin maupun jalan tak terduga. Namun kenyataannya, bagi sebagian orang, Senin justru identik dengan tekanan dan kecemasan.
Baca Juga : Kalender Jawa Senin Pahing 5 Januari 2026: Hari Baik untuk Mulai Berbisnis
Dalam kondisi seperti itu, Islam mengajarkan agar setiap hari, termasuk Senin, diawali dengan ikhtiar dan doa. Usaha lahiriah perlu dibarengi permohonan kepada Allah agar berbagai kesulitan diberi jalan keluar, termasuk persoalan utang yang kerap menjadi beban pikiran.
Siapa pun yang memiliki utang tentu ingin segera terbebas dari tanggungan tersebut. Sebab, utang bukan sekadar persoalan dunia, tetapi kewajiban yang harus ditunaikan. Bahkan, urusan utang disebut dapat berlanjut hingga akhirat apabila tidak diselesaikan di dunia, naudzubillah.
Dalam sebuah riwayat, Siti ‘Aisyah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ senantiasa berlindung kepada Allah dari lilitan utang. Riwayat tersebut dicatat Al-Humaidi dalam Musnad-nya, hadis nomor 246.
Selain usaha, doa juga menjadi ikhtiar penting. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah saw diriwayatkan Abu Dawud dalam hadis nomor 1555. Doa ini disampaikan Rasulullah kepada seorang sahabat dari kalangan Anshar.
Dikisahkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, suatu hari Rasulullah saw masuk ke masjid dan mendapati seorang laki-laki Anshar bernama Abu Umamah sedang duduk di sana, di luar waktu salat. Rasulullah pun menyapanya,
"Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?"
Abu Umamah menjawab jujur,
"Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul."
Rasulullah saw kemudian bertanya lagi, "Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?"
Abu Umamah pun menyahut,
“Tentu, ya Rasul.”
Rasulullah saw lalu bersabda agar doa tersebut dibaca pada pagi dan sore hari, yaitu:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Baca Juga : 5 Kebiasaan Wanita yang Diam-Diam Membuat Cepat Tua, Salah Satunya Posisi Bantal Saat Tidur
(Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl)
Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.
Abu Umamah kemudian bersaksi bahwa doa tersebut benar-benar memberi dampak dalam hidupnya.
"Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang."
Demikian doa yang diajarkan Rasulullah saw agar umatnya terlepas dari jeratan utang beserta dampak psikologis yang mengikutinya, seperti rasa takut, sedih, lemah, dan tertekan. Semoga Allah mengabulkan doa dan permohonan kita semua. Amin ya rabbal alamin.
