JATIMTIMES - Setelah lama tenggelam dalam riasan tipis ala clean girl, dunia kecantikan bersiap melakukan manuver besar di 2026. Makeup menor kembali naik panggung lebih berani, lebih ekspresif, menandai perubahan cara generasi masa kini mengekspresikan diri lewat warna, tekstur, dan karakter yang tak lagi disembunyikan.
Perubahan ini ditandai dengan hadirnya warna-warna mencolok, teknik aplikasi yang tegas, hingga permainan tekstur ekstrem. Riasan sudah tidak lagi diposisikan sekadar sebagai pelengkap penampilan, namun sebagai bahasa visual untuk menyampaikan karakter dan emosi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Baca Juga : Unisma Menyusun Lompatan Global, Rektor Tegaskan Arah Kampus Menuju WCU
Makeup artist selebritas sekaligus pendiri Ciele Cosmetics, Nikki DeRoest, menilai tren 2026 menunjukkan pergeseran cara pandang terhadap makeup. “Makeup tahun 2026 bukan lagi soal menyembunyikan kekurangan, tapi soal menunjukkan siapa diri kita. Orang ingin terlihat berani, jujur, dan tidak takut tampil berbeda,” ujar Nikki.
Salah satu tren yang menonjol adalah fokus pada area pipi atau cheek-first approach. Blush tak lagi menjadi sentuhan akhir, melainkan fondasi utama keseluruhan riasan.
“Blush kini menjadi jangkar tampilan. Dari pipi, keseluruhan look bisa dibangun entah itu lembut, dramatis, atau editorial,” imbuh Nikki.
Sementara itu, tampilan kulit juga mengalami pergeseran signifikan. Jika beberapa tahun terakhir glass skin dengan kilap ekstrem begitu digemari, 2026 justru menghadirkan estetika baru yang lebih lembut, dikenal sebagai cloud skin.
Makeup artist Kelli Anne Sewell menjelaskan bahwa kilau berlebihan mulai ditinggalkan. “Kulit super mengilap seperti glazed donut sudah mulai bergeser. Sekarang orang menginginkan efek blur yang halus, terlihat sehat dan terhidrasi tanpa tampak berminyak,” jelas Kelli.
Tren maksimalis pun kembali mencuat, dipengaruhi budaya pop dan dunia hiburan. Warna-warna berani, shimmer, hingga detail dramatis kembali mendapat tempat meski dengan pendekatan yang lebih fleksibel.
“Tidak harus semuanya bold. Cukup satu elemen statement untuk membuat tampilan terasa kuat,” tambah Kelli.
Baca Juga : 3.504 Wisman Naik Kereta Api di Wilayah KAI Daop 8 Surabaya Selama Libur Nataru
Di sisi lain, lipstik matte kembali digemari, namun dengan sentuhan yang lebih modern. Teksturnya dibuat lebih lembut dan menyatu di bibir, menciptakan kesan tegas tanpa kaku. “Orang merindukan lipstik yang kuat, tapi tetap nyaman dan tidak terlalu sempurna," ungkap Kelli.
Menariknya, di tengah kembalinya riasan bold, penggunaan maskara justru mulai ditinggalkan. Mata dibiarkan natural, sementara fokus riasan dialihkan ke kulit, pipi, dan bibir.
“Saya melihat semakin banyak tampilan tanpa maskara, tetapi tetap terlihat kuat lewat warna di pipi dan bibir,” terang Kelli.
Menurut dia, tren makeup 2026 menegaskan tidak ada lagi batasan baku dalam berdandan. Makeup menjadi ruang bebas untuk berekspresi dan riasan menor kini kembali berjaya sebagai simbol keberanian tampil apa adanya.
