JATIMTIMES - Pembangunan gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Malang Raya masih berprogres dengan menemui berbagai kendala. Di Kabupaten Malang dan Batu sudah ada 26 gerai desa/kelurahan yang saat ini dalam proses pembangunan.
Program presiden RI Prabowo Subianto itu diinstruksikan ke Kodim di daerah, termasuk Kodim 0818 Malang-Batu. Dengan skema pembangunannya nanti melalui padat karya melalui Agrinas (BUMN yang bergerak di sektor Jasa Konstruksi).
Baca Juga : Sejarah Banjir Bandang di Sumatera dan Update Terbaru Bencana 2025
Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Bayu Nugroho membenarkan. Bahwa PT Agrinas ditunjuk dan melakukan MoU dengan Mabes TNI untuk pembangunan koperasi. "Karena ini program padat karya perlu dukungan masyarakat di sekitar lokasi," katanya saat ditemui, belum lama ini.
Dari 26 titik yang ada, seluruhnya baru terbangun di Wilayah Kabupaten Malang. Sementara di Kota Batu masih dalam tahapan persiapan lahan. Salah satunya yang sudah memulai yakni di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
"Di beberapa daerah yang lainnya juga sudah berjalan. Memang kendala yang ditemui di beberapa daerah bukan hanya di kita saja tapi di seluruh Indonesia rata-rata adalah mencari lahan yang strategis tadi dengan ukuran yang tadi dikasih batas 1000 meter persegi," tambahnya.
Ia memastikan, meski dikerjasamakan dengan warga melalui padat karya, pembangunan gerai Koperasi tetap melibatkan tenaga ahli. Sebab, pendirian gerai untuk jangka panjang.
Pihaknya juga menekankan bahwa untuk fisik gerai uang dibangun bakal disama ratakan spesifikasinya sesuai dengan spesifikasi yang sudah diterima. Termasuk spesifikasi bahan material, gambar rancangan, dilengkapi DED yang dipedomani.
Baca Juga : Bapanas, Bulog, Bersama Anggota Komisi IV DPR RI H Sumail Abdullah Salurkan Bantuan Pangan 2025 di Situbondo
Terkait dengan percepatan, ia mengaku menargetkan pembangunan rampung pada Januari 2025. Atau giga bulan sejak pertama diluncurkan pembangunan pada Oktober lalu.
"Kita ditargetkan akhir Januari nanti sudah berdiri. Anggarannya Rp1 Miliar (per titik)," tegasnya.
