Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

AS dan Iran Kembali Saling Serang Meski Sudah Sepakati Gencatan Senjata, Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

27 - Jun - 2026, 14:43

Placeholder
Ilustrasi hubungan Iran dan AS kembali memanas. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas meski kedua negara belum lama ini menyepakati penghentian konflik melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Bentrokan terbaru yang terjadi di kawasan Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Insiden tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kesepakatan damai yang sebelumnya telah diteken kedua negara. Padahal, melalui MoU itu, AS dan Iran berkomitmen menghentikan pertempuran di seluruh front serta tidak memulai aksi militer baru.

Baca Juga : Demo di Surabaya Ricuh, Massa Lempari Grahadi hingga Polisi Semprot Water Cannon

Militer Amerika Serikat melalui US Central Command (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada Jumat (26/6). Serangan itu disebut sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal tanker komersial M/V Ever Lovely yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun X, CENTCOM menyebut operasi tersebut merupakan respons tegas terhadap aksi Iran terhadap kapal dagang berbendera Singapura itu.

"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap Iran pada 26 Juni sebagai tanggapan tegas atas serangan kemarin terhadap sebuah kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip Sabtu (27/6).

Menurut CENTCOM, serangan udara AS menyasar lokasi penyimpanan rudal, fasilitas pesawat nirawak (drone), serta radar pesisir milik Iran. Amerika Serikat juga menilai tindakan Iran terhadap kapal komersial tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Kapal M/V Ever Lovely diketahui sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz menuju pesisir Oman ketika insiden terjadi. Washington menilai aksi tersebut mengganggu kebebasan navigasi di salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan dunia.

Sebelum insiden itu terjadi, Otoritas Urusan Selat Teluk Persia (PGSA) Iran telah mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz agar tetap menggunakan jalur pelayaran resmi yang telah ditetapkan.

PGSA menegaskan kapal yang berlayar di luar jalur tersebut tidak akan mendapatkan perlindungan jalur aman maupun jaminan asuransi.

"Segala konsekuensi yang timbul akibat navigasi melalui jalur yang tidak sah akan menjadi tanggung jawab pemilik, operator, dan komandan kapal," demikian pernyataan PGSA yang dikutip dari Tasnim News.

Baca Juga : Puluhan Pendemo Diamankan Polisi, Sekdaprov Jatim Minta Gedung Negara Grahadi tak Jadi Sasaran Perusakan

Di waktu yang berbeda, Iran juga mengaku mendeteksi adanya pesawat militer Israel yang mendekati wilayah udaranya melalui sejumlah negara tetangga.

Militer Iran menilai pergerakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional. Teheran pun memperingatkan akan merespons setiap ancaman yang dianggap membahayakan wilayahnya.

"Kami menyatakan bahwa jika AS tidak mampu menahan dan mengendalikan rezim Zionis, Republik Islam Iran tidak akan mentolerir ancaman apa pun terhadap mereka dan akan menanggapi tindakan berbahaya ini sebagai hak," demikian pernyataan militer Iran.

Sebelumnya, AS dan Iran diketahui telah menandatangani nota kesepahaman yang berisi komitmen menghentikan konflik di seluruh front, termasuk yang berkaitan dengan Lebanon dan Israel. Kedua negara juga sepakat untuk tidak memulai serangan baru.

Sebagai tindak lanjut, delegasi AS dan Iran menggelar perundingan di Swiss. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan lanjutan, termasuk pembentukan komite kerja yang bertugas memantau pelaksanaan isi MoU.

Meski demikian, bentrokan terbaru di Selat Hormuz menunjukkan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih sangat rentan. Eskalasi konflik ini berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan sekaligus mengganggu jalur perdagangan internasional yang melintasi Selat Hormuz.


Topik

Internasional iran dan amerika serikat pembicaraan damai gencatan senjata selat hormuz



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Internasional

Artikel terkait di Internasional