Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Badan PBB Hentikan Aktivitas di Selat Hormuz, Serangan Kapal Picu Kekhawatiran Baru

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

26 - Jun - 2026, 14:43

Placeholder
Ilustrasi Selat Hormuz. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Situasi keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia. Organisasi Maritim Internasional (IMO), badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memutuskan menghentikan sementara aktivitas evakuasi kapal di kawasan tersebut setelah terjadi serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna memastikan keselamatan kapal-kapal dan awak yang masih berada di wilayah perairan Timur Tengah. Insiden terbaru tersebut juga memunculkan kekhawatiran bahwa jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz masih belum sepenuhnya aman meski gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat telah diberlakukan.

Baca Juga : Praktisi Media Ingatkan Redaksi Bahaya Halusinasi AI: Fakta Berita Tetap Butuh Disiplin Verifikasi

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan penghentian sementara dilakukan untuk meninjau kembali jaminan keamanan bagi seluruh kapal yang masuk dalam daftar evakuasi.

"Rencana evakuasi akan dihentikan sementara untuk memastikan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami dan semua kapal di wilayah tersebut," ujar Dominguez, dikutip dari Reuters Jumat (26/6/2026).

Ia menyebut pihaknya masih menyelidiki laporan mengenai kapal kontainer yang terkena proyektil tak dikenal di dekat pantai Oman pada Kamis.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengganggu kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap keamanan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut.

Sebelumnya, IMO telah menyiapkan jalur pelayaran alternatif untuk membantu ratusan kapal beserta ribuan pelaut yang sempat terjebak di kawasan Teluk Timur Tengah. Jalur itu mencakup rute utara melalui perairan Iran dan rute selatan melalui perairan Oman dengan pengawasan Amerika Serikat.

Upaya tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama 60 hari sebagai bagian dari proses negosiasi menuju perdamaian permanen. Meski lalu lintas kapal mulai menunjukkan pemulihan, jumlah kapal yang melintas masih belum kembali seperti sebelum konflik terjadi.

Berdasarkan data Lloyd's List Intelligence, sebanyak 125 kapal melintasi Selat Hormuz setelah gencatan senjata diberlakukan. Jumlah itu menjadi angka transit mingguan tertinggi sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.

Baca Juga : Semester Pertama, Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Jember Capai Rp 211,96 Miliar, Bapenda Optimis Target 2026 Tercapai

Namun, kondisi kembali memanas setelah militer Iran memperingatkan kapal-kapal internasional agar tidak menggunakan rute selatan yang direkomendasikan IMO. Iran menilai jalur tersebut dibuat tanpa persetujuannya sehingga dianggap tidak dapat diterima dan berpotensi membahayakan pelayaran.

Akibat peringatan tersebut, sedikitnya dua kapal yang hendak keluar dari Teluk Timur Tengah memilih berbalik arah. Kedua kapal itu sebelumnya diketahui menggunakan rute selatan yang berada di dekat garis pantai Oman.

Sementara itu, kapal yang menjadi korban serangan diketahui berbendera Singapura dan dimiliki oleh perusahaan pelayaran Evergreen. Hingga kini, penyebab pasti serangan masih dalam penyelidikan.

IMO memastikan akan terus memantau perkembangan situasi sebelum memutuskan untuk kembali melanjutkan aktivitas evakuasi kapal di Selat Hormuz.


Topik

Internasional selat hormuz evakuasi kapal pbb teluk oman



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri