Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

WHO Ungkap Hantavirus Bisa Menular Antar-Manusia, Ini Gejala Korban MV Hondius

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

06 - May - 2026, 08:51

Placeholder
Ilustrasi hantavirus. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengungkap perkembangan terbaru terkait wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Dari hasil penyelidikan awal, terdapat indikasi penularan virus tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antar-manusia dalam kondisi tertentu.

WHO menyebut pola penyebaran dalam kasus ini tidak sepenuhnya seperti hantavirus pada umumnya. Virus yang biasanya ditularkan dari hewan pengerat, diduga menyebar di antara penumpang yang memiliki kontak sangat dekat selama pelayaran.

Baca Juga : Dua Pria di Kota Batu Tewas Diduga Akibat Menenggak Miras Oplosan, Satu Orang Kritis

"Kami meyakini mungkin ada beberapa penularan antarmanusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat," ujar pejabat teknis WHO, Maria Van Kerkhove, dikutip BBC, Rabu (6/5/2026). 

WHO menduga kasus awal berasal dari penumpang yang telah terinfeksi sebelum naik kapal di Argentina. Varian yang dicurigai adalah Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia.

Kapal yang membawa ratusan penumpang lintas negara itu kini masih berada di perairan Tanjung Verde dengan pengawasan medis ketat. Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

"Investigasi lanjutan masih berlangsung. Wabah ini ditangani melalui respons internasional terkoordinasi, termasuk investigasi mendalam, isolasi dan perawatan pasien, evakuasi medis, serta pemeriksaan laboratorium," pernyataan update terbaru dari WHO dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (6/5/2026).

Hingga 4 Mei 2026, terdapat tujuh kasus yang teridentifikasi, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek. Dari jumlah tersebut, tiga pasien meninggal dunia, satu dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan.

Gejala mulai muncul dalam rentang 6 hingga 28 April 2026. Awalnya berupa demam dan gangguan pencernaan, lalu berkembang cepat menjadi pneumonia hingga sindrom gangguan pernapasan akut.

Berdasarkan laporan WHO, berikut gambaran kondisi para pasien:
Kasus 1
Pria dewasa mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan sejak 6 April. Pada 11 April, kondisinya memburuk menjadi gangguan pernapasan dan meninggal di hari yang sama.

Kasus 2
Perempuan dewasa yang merupakan kontak erat kasus pertama mengalami gangguan pencernaan pada 24 April. Kondisinya memburuk saat penerbangan dan meninggal pada 26 April. Hasil tes PCR pada 4 Mei mengonfirmasi positif hantavirus.

Kasus 3
Pria dewasa mengalami demam, sesak napas, dan pneumonia pada 24 April. Kondisinya memburuk dua hari kemudian dan kini dirawat di ICU setelah hasil PCR memastikan infeksi virus.

Kasus 4
Perempuan dewasa meninggal dunia pada 2 Mei setelah mengalami gejala pneumonia sejak 28 April.

Sementara itu, tiga kasus lain masih dalam kategori suspek dengan keluhan demam tinggi dan gangguan pencernaan.

Baca Juga : Respons Sosial Minim Jadi Alarm Awal Autisme pada Anak

Sejumlah pasien dengan kondisi darurat telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Dua kru kapal dilaporkan mengalami gejala pernapasan akut dan telah diterbangkan ke Eropa.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Aaron Motsoaledi menjelaskan bahwa penanganan yang dilakukan bersifat suportif.

"Pasien sedang ditangani. Seperti virus lainnya, hantavirus tidak memiliki pengobatan khusus, sehingga yang diberikan adalah perawatan suportif dan penanganan gejala," ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa pelacakan kontak terus dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas

Meski berada dalam situasi darurat, kondisi di dalam kapal dilaporkan relatif terkendali. Salah satu penumpang menyebut suasana masih kondusif sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

"Suasana di atas kapal cukup baik. Kami berharap pasien lain segera dites sehingga kami tahu apa yang sebenarnya terjadi," ungkapnya.

Pihak operator pelayaran juga tengah mempertimbangkan beberapa lokasi tujuan untuk proses evakuasi dan pemeriksaan lanjutan, termasuk Kepulauan Canary.

Di sisi lain, Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Cape Verde, Maria Da Luz, memutuskan tidak mengizinkan penumpang turun guna mencegah potensi penularan ke masyarakat setempat.


Topik

Kesehatan Hantavirus WHO penyakit menular virus menular



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy