Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Tarzan dalam Tradisi Islam: Jejak Filsafat Ibnu Thufail dalam Hay bin Yaqzan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Mar - 2026, 10:45

Placeholder
Ilustrasi manusia yang berinteraksi dengan seekor rusa (pixabay)

JATIMTIMES - Kisah manusia yang tumbuh bersama hewan sering dikaitkan dengan tokoh fiksi Barat seperti Tarzan. Namun jauh sebelum cerita itu populer melalui film produksi The Walt Disney Company, dunia Islam telah mengenal narasi serupa melalui karya filsafat klasik berjudul Hayy ibn Yaqzan yang ditulis oleh filsuf Andalusia, Ibn Tufail.

Pendakwah muda Husein Ja'far Al Hadar yang dikenal sebagai Habib Ja’far menjelaskan bahwa kisah tersebut kerap disebut sebagai salah satu inspirasi awal cerita manusia yang dibesarkan oleh hewan dalam budaya populer.

Baca Juga : Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan: Fase Itqun Minan Nar, Kesempatan Terakhir Raih Ampunan Allah

Dalam kisah itu diceritakan seorang bayi bernama Hay yang hidup di pulau terpencil dan diasuh oleh seekor rusa betina yang kehilangan anaknya. Tanpa peradaban manusia, Hay tumbuh hanya ditemani alam. Dari pengalaman hidup itu, ia mulai mengenali dunia melalui pengamatan serta rasa ingin tahu terhadap lingkungan di sekitarnya.

Habib Ja’far menyebut kisah tersebut bukan sekadar cerita petualangan, tetapi refleksi filosofis tentang bagaimana manusia dapat menemukan Tuhan melalui tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta. Ia mengutip perkataan sahabat Nabi, Ali ibn Abi Talib, yang menyatakan bahwa seseorang dapat mengenal Tuhannya melalui keberadaan Tuhan itu sendiri. Ungkapan tersebut menggambarkan proses kesadaran manusia terhadap Sang Pencipta melalui fenomena alam.

“Cerita itu menggambarkan bagaimana seseorang bisa menemukan Tuhan bukan melalui kitab suci terlebih dahulu, tetapi lewat pengamatan terhadap ayat-ayat kauniyah di alam,” ujar Habib Ja’far dalam sebuah program Ramadan dikutip (11/3/2026).

Kisah dalam Hay bin Yaqzan berlanjut ketika rusa yang merawat Hay mulai menua dan sakit. Dalam upaya menyembuhkannya, Hay mencoba memahami tubuh hewan tersebut. Ia mempelajari bagaimana makhluk hidup bekerja hingga menyadari bahwa tubuh tersusun atas organ-organ yang kompleks.

Usaha tersebut tidak berhasil menyelamatkan rusa yang merawatnya. Namun peristiwa itu justru membuka fase baru dalam perjalanan intelektual Hay. Ia mulai mengamati kehidupan, tubuh, serta hakikat ruh secara lebih mendalam.

Baca Juga : 5 Salat Sunnah yang Dianjurkan Saat Iktikaf Lailatul Qadar

Dari pengamatan panjang terhadap alam, Hay mulai memikirkan berbagai pertanyaan mendasar. Ia bertanya mengapa makhluk hidup berbeda satu sama lain, bagaimana alam semesta terbentuk, dan apakah segala sesuatu memiliki permulaan. Melalui proses berpikir tersebut, ia sampai pada kesimpulan bahwa seluruh hal di alam bersifat baharu atau memiliki titik awal keberadaan. Dari sana ia menyimpulkan bahwa sesuatu yang memiliki permulaan pasti memiliki penciptanya.

Pada bagian akhir cerita, perjalanan Hay mempertemukannya dengan seorang pemuda saleh bernama Basal yang datang dari pulau lain. Basal kemudian mengajarkan bahasa manusia kepada Hay sekaligus memperkenalkan ajaran agama dan syariat Allah.

Pertemuan itu memperlihatkan persinggungan antara akal dan wahyu. Hay menyadari bahwa kesimpulan yang ia capai melalui pengamatan alam ternyata selaras dengan ajaran agama yang disampaikan Basal. Melalui kisah tersebut, Ibn Tufail ingin menunjukkan bahwa pencarian kebenaran melalui akal, pengamatan alam, dan wahyu pada akhirnya dapat bertemu dalam perjalanan manusia memahami Tuhan.


Topik

Agama Kisah Tarzan Tradisi Islam Jejak Filsafat Ibnu Thufail Hay bin Yaqzan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama