JATIMTIMES - Sepekan terakhir, kelangkaan LPG 3 kg dikeluhkan oleh warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso. Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Kecamatan Tlogosari, di mana harga LPG 3 kg dilaporkan menembus angka Rp25 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Merespons situasi itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengambil langkah cepat dengan menyalurkan tambahan pasokan LPG atau extra dropping.
Baca Juga : Kemenangan Sempurna, Gresik Phonska Plus Juara Putaran Pertama Proliga 2026
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa tambahan penyaluran tersebut mencapai 32 persen dari distribusi harian normal, seiring meningkatnya kebutuhan LPG dari sektor UMKM maupun masyarakat umum.
"Rata-rata konsumsi harian masyarakat Bondowoso yakni 20.800 tabung per hari. Dengan adanya tambahan alokasi extra dropping ini menambah pasokan hingga 6.700 tabung. Dengan total 27.500 tabung ini, diharapkan kondisi distribusi segera normal dan mencukupi kebutuhan LPG 3 kg masyarakat Bondowoso," jelas Ahad kepada JatimTimes, Jumat (30/1/2026).
Selain penambahan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat proses pemulihan distribusi. Penyaluran LPG difokuskan ke wilayah-wilayah yang mengalami kekosongan agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian di pangkalan sebagai titik distribusi akhir penyaluran resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai HET (Rp18 ribu) yang telah ditetapkan pemerintah dengan kualitas dan kuantitas yang dipastikan sudah sesuai. Masyarakat dapat mengakses titik terdekat lokasi pangkalan pada website https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg," harapnya.
Baca Juga : Pulang Kampung Tanpa Biaya! 6 Program Mudik Gratis 2026, Ada Bus, Kereta hingga Pesawat
Ahad juga menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, tak terkecuali LPG bersubsidi 3 kilogram. Dalam pelaksanaannya, Pertamina secara rutin melakukan pengawasan langsung di lapangan guna memastikan pasokan tetap aman serta pemanfaatan LPG sesuai dengan peruntukannya.
