JATIMTIMES - Allah SWT memerintahkan setiap hambanya untuk memanjatkan doa berkaitan dengan hajat apa pun. Allah SWT pun berjanji akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hambanya dengan baik dan ikhlas.
Hal ini telah ditegaskan dalam Al-Quran Surat Gafir ayat 60 : "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."
Baca Juga : Kaleidoskop Pemkab Malang 2024: Bupati Sanusi Komitmen Sejahterakan Guru untuk Masyarakat Unggul
Meski begitu, tak jarang ada pertanyaan dari mereka yang belum memahami, mengapa doa mereka yang telah lama dipanjatkan belum juga terkabul. Berkaitan hal ini, dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, melalui Surat Gafir (Al Mu'min) ayat 60, Allah SWT menyeru agar berdoa dan memohon kepada-Nya. Tentu dalam berdoa, ada sejumlah adab yang perlu dijaga.
Ketika beroda, dijelaskan Buya Hamka, seseorang harus benar-benar menanamkan rasa ikhlas dalam hatinya. Setelah itu, menanamkan rasa kepercayaan bahwa permohonan baik itu akan terkabulkan. Kemudian, menanamkan kepercayaan penuh bawa tawajjuh berdoa adalah taufik atau bimbingan dari Allah SWT yang keuntungannya adalah mendekatkan diri kepada-Nya.
Dan ketika doa yang dipanjatkan terkabul, maka hal tersebut adalah sebuah karunia kedua. Meski begitu, tak jarang juga doa seseorang hamba yang begitu ikhlas tak langsung dikabulkan. Tentunya, Allah SWT Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu akan segalanya akan memberikan yang terbaik bagi hambanya.
Bisa jadi doa yang dipanjatkan tersebut menjadi simpanan pahala di akhirat. Imam Bukhari dalam Kitab Shahih Adabul Mufrad yang ditakhrij Syekh Al-Albani dan diterjemahkan Abu Ahsan memaparkan sejumlah riwayat yang menerangkan hal ini.
Hadis shahih dalam kitab Takhrijut-Targhibi juga diriwayatkan at-Tirmidzi dalam Kitab Ad-Da'awaah dari Ubadah bin Shamit, diriwayatkan Abu Said Al-Khudri, dari Nabi SAW : "Tiada seorang Muslim yang berdoa, selagi tidak untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: Adakalanya doanya dikabulkan segera. Adakalanya doa itu sebagai simpanannya untuk besok di akhirat. Adakalanya Allah akan menolak kejelekan sebesar permintaannya." Abu Said berkata, "Jika demikian, maka kita perbanyak doa!" Nabi menjawab, "Allah lebih banyak."
Baca Juga : Pria Diduga Maling Viral Saat Diamankan Warga di Wajak Malang, Kini Berujung Damai
Hadis lainnya juga menerangkan bawa doa yang belum dikabulkan atau tak segera dikabulkan ada kalanya menjadi sebuah simpanan pahala di akhirat. Hadis Bukhari, Abu Daud dan Muslim juga meriwayatkannya. Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW yang bersabda,
"Tiada seorang mukmin yang mengangkat mukanya kepada Allah seraya memohon, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya. Adakalanya dikabulkan dengan disegerakan-Nya di dunia, dan adakalanya dijadikan simpanan baginya besok di akhirat selama ia tidak tergesa-gesa." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu?" Nabi menjawab, "Dia berkata, 'Saya telah berdoa, dan berdoa tapi tidak pula dikabulkan-Nya'."
