Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sambut Nyepi, Masyarakat Hindu di Kota Malang Arak Ogoh-Ogoh Keliling Kota

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Mar - 2024, 22:08

Placeholder
Prosesi arak ogoh-ogoh.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Ratusan umat Hindu di Kota Malang mengarak 7 ogoh-ogoh untuk berkeliling Kota Malang pada Minggu (10/3/2024). Hal tersebut untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946. 

Ogoh-ogoh itu diarak seusai para masyarakat umat Hindu ini menggelar Upacara Tawur Agung Kesanga. Serangkaian kegiatan itu pun nampak meriah. 

Baca Juga : Tarhib Ramadan, Yatim Mandiri Ajak Ratusan Pelari Keliling Kota Surabaya

Bahkan juga turut mengundang masyarakat umum untuk turut menyaksikan serangkaian upacara adat masyarakat Hindu tersebut. Meski cuaca sedang hujan, nampak tak mengurangi antusias warga. 

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, Made Wartana menyampaikan bahwa hari suci Nyepi ini merupakan hari kebangkitan, persatuan dan kebersamaan umat Hindu. 

"Kirab ogoh-ogoh ini sebagai simbol untuk menyerap energi negatif," ujar Made. 

Setidaknya ada 7 ogoh-ogoh yang diarak keliling Kota Malang. Sebenarnya, awalnya ada sebanyak 24 ogoh-ogoh yang rencananya akan diarak. Namun karena terkendala suatu hal, hanya ada 7 ogoh-ogoh yang bisa diarak. 

Ketujuh ogoh-ogoh itu pun memiliki jenis dan nama yang berbeda-beda. Yakni Ogoh Ogoh Bhatarakala, Tarakasur, Jalandhar, Sang Kala Kalimaya, Wong Samar, Kerep Akasa dan Aras Ijomaya. 

Arak-arakan ogoh-ogoh ini dimulai dari titik start di depan Balai Kota Malang. Lalu diarak melintasi area Koridor Kayutangan Heritage dan kembali finish di Balai Kota Malang.

Baca Juga : Jadwal Lengkap hingga Tahapan Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 2024

Tak lupa, di puncak arak arakan ini, ogoh-ogoh ini juga dibakar. Hal tersebut dimaknai sebagai simbol memusnahkan energi negatif yang ada di alam semesta. 

"Jadi kami bakar untuk membakar semua energi energi negatif yang ada di alam semesta maupun pada diri masing masing manusia. Seluruh umat Hindu juga melakukan ini, harapannya untuk menetralisir sifat sifat negatif. Sehingga saat Nyepi, bisa fokus beribadah," terang Made.

Bukan hanya itu, masyarakat dan umat Hindu yang hadir juga dihibur dengan pertunjukan seni bantengan dan barongsai. Hal itu juga sebagai penegasan toleransi antar umat beragama di Kota Malang.

"Kami juga bersyukur karena rekan rekan kami dari umat konghucu hingga seniman turut berpartisipasi," imbuhnya. 


Topik

Peristiwa Kota Malang pawai ogoh-ogoh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa