Arus Malang-Kediri Kembali Tersendat Longsor dari Tebing Setinggi 30 Meter
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
15 - Jan - 2026, 09:34
JATIMTIMES - Jalur provinsi yang menghubungkan Malang-Kediri kembali terganggu usai terdampak material longsor. Setelah sebelumnya tembok penahan tanah (TPT) tebing di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, longsor, sehari kemudian peristiwa serupa kembali terulang, Rabu (14/1/2026) malam.
"Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kecamatan Pujon dan sekitarnya menyebabkan tebing di Desa Sukomulyo mengalami longsor," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Baca Juga : Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan
Personel gabungan dari unsur BPBD, Dishub, PMI Kabupaten Malang, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Polsek Pujon, Koramil Pujon, sejumlah relawan, hingga perangkat desa dan masyarakat setempat dilibatkan dalam penanganan longsor tersebut.
"Tebing setinggi kurang lebih 30 meter, lebar 10 meter, ketebalan tiga meter mengalami longsor dan menutup sebagian jalur provinsi penghubung Malang-Kediri," beber Sadono.
Pada Rabu (14/1/2026) malam, penanganan dan pembersihan material longsor di badan jalan dilaporkan telah selesai. Terpantau, pada Kamis (15/1/2026) arus lalu lintas telah kembali lancar untuk dilalui kendaraan. "Saat ini, material longsor sudah dibersihkan dan arus lalu lintas sudah kembali normal," pungkas Sadono.
Diberitakan sebelumnya, TPT pada tebing di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang juga dilaporkan longsor pada Selasa (13/1/2026). Akibatnya, material longsor mengganggu akses lalu lintas Malang-Kediri.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Pahing 15 Januari 2026: Jalan Menuju Tujuan Tak Selalu Mulus
Longsor di Desa Bendosari tersebut diduga dipicu intensitas curah hujan yang terjadi sejak Selasa (13/1/2026) sore. Sehingga mengakibatkan TPT pada tebing di pinggir jalan pada jalur provinsi dengan panjang sekitar 25 meter, tinggi empat meter dan ketebalan satu meter longsor hingga menutup sebagian badan jalan.
Pasca kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat menerapkan sistem buka tutup. Sehingga kendaraan yang melintas terpaksa harus lewat bergantian. Penanganan longsor pada saat itu juga turut menggunakan alat berat. Untuk sementara, TPT yang longsor juga telah ditutup menggunakan terpal guna mengantisipasi kejadian susulan.
