JATIMTIMES - Ketegangan geopolitik global terus meningkat. Konflik bersenjata di Eropa yang belum mereda, disusul situasi panas di Timur Tengah, membuat kekhawatiran soal eskalasi perang berskala besar kembali mencuat. Tak sedikit yang mulai bertanya-tanya, ke mana tempat paling aman jika skenario Perang Dunia 3 benar-benar terjadi.
Di tengah bayang-bayang konflik tersebut, sejumlah negara dan wilayah disebut relatif lebih aman karena faktor geografis, sikap politik, hingga ketersediaan sumber daya. Daftar ini dirangkum dari laporan Express, Senin (26/1/2026).
Baca Juga : Bukan hanya Indonesia, Sejumlah Negara Ini Juga Dilanda Hujan Deras
Salah satu negara yang kerap masuk perbincangan adalah Indonesia. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia dikenal konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Presiden Soekarno bahkan telah menegaskan sikap netral Indonesia sejak 1948, yang kemudian diperkuat melalui peran RI dalam Gerakan Non-Blok. Sikap ini membuat Indonesia dinilai kecil kemungkinan terlibat langsung dalam konflik global berskala besar.
Selain Indonesia, Swiss juga hampir selalu disebut sebagai contoh negara netral. Selama sekitar dua abad, Swiss mempertahankan kebijakan tidak berpihak dalam konflik internasional. Posisi geografisnya yang strategis, namun defensif, membuat negara ini kerap dianggap aman dalam berbagai skenario perang.
Di kawasan Nordik, Islandia menempati peringkat atas dalam Indeks Perdamaian Global. Negara ini relatif terpencil, memiliki cadangan air tawar melimpah, sumber daya laut yang kuat, serta energi terbarukan. Faktor-faktor tersebut membuat Islandia dinilai lebih tahan terhadap gangguan rantai pasok global saat konflik besar terjadi.
Masih di wilayah yang sama, Greenland juga disebut-sebut sebagai lokasi yang aman. Pulau terbesar di dunia ini hanya dihuni sekitar 56.000 penduduk dan berada jauh dari pusat konflik global. Karena sifatnya yang terpencil dan minim kepentingan militer, Greenland dinilai kecil kemungkinan menjadi target serangan.
Di belahan bumi selatan, Selandia Baru berada di posisi kedua dalam Indeks Perdamaian Global. Negara ini dikenal jarang terlibat dalam konflik militer internasional dan memiliki letak geografis yang jauh dari pusat ketegangan dunia.
Sementara itu, Argentina disebut para ahli sebagai salah satu wilayah paling aman jika senjata nuklir digunakan. Selain lokasinya yang jauh dari kawasan konflik utama, Argentina juga memiliki ketahanan pangan yang kuat, termasuk produksi gandum dalam jumlah besar.
Negara Amerika Selatan lainnya, Cili, juga masuk daftar. Selain relatif jauh dari titik konflik, Cili memiliki persediaan tanaman pangan yang tahan dan termasuk negara dengan tingkat pembangunan yang cukup maju di kawasan tersebut.
Di Asia Selatan, Bhutan dinilai aman karena faktor geografis dan politik. Negara kecil ini bergabung dengan PBB pada 1971 dan menyatakan diri netral. Letaknya yang terkurung daratan serta wilayahnya yang didominasi pegunungan membuat Bhutan sulit dijangkau secara militer.
Baca Juga : Heboh Isu Giveaway Settingan, Willie Salim Akhirnya Buka Suara
Wilayah terpencil lain yang disebut aman adalah Fiji. Negara kepulauan di Pasifik ini berjarak sekitar 2.700 mil dari Australia dan memiliki kekuatan militer yang relatif kecil, hanya sekitar 6.000 personel. Fiji juga memperoleh peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global.
Masih di Samudra Pasifik, Tuvalu juga masuk dalam daftar. Negara kecil dengan populasi sekitar 11.000 jiwa ini terletak di antara Hawaii dan Australia. Karena keterpencilan dan minimnya nilai strategis militer, Tuvalu dinilai kecil kemungkinan menjadi sasaran konflik dunia.
Afrika Selatan turut disebut karena memiliki infrastruktur modern serta sumber pangan dan air yang mencukupi. Namun, posisinya dianggap lebih kompleks.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Afrika Selatan terseret dinamika politik global, mulai dari tuduhan simpati terhadap Rusia dalam konflik Ukraina hingga pengajuan gugatan genosida terhadap Israel ke Mahkamah Internasional, meski secara resmi negara ini menyatakan sikap netral.
Terakhir, ada Antartika, benua paling dingin di Bumi. Secara teknis, wilayah ini jauh dari konflik dan nyaris mustahil menjadi target serangan. Namun, kondisi alam yang ekstrem membuat Antartika tidak ideal sebagai tempat berlindung, meski sering disebut sebagai lokasi paling aman dari perang.
Meski berbagai negara di atas dinilai relatif aman, para ahli menegaskan bahwa skenario Perang Dunia 3 tetap membawa dampak global yang luas. Tak ada satu pun wilayah yang benar-benar kebal dari efek ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan akibat konflik berskala dunia.
