Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Malam Nisfu Syaban Baca Doa Nabi Yunus, Aman dari Segala Musibah dan Bencana

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Jan - 2026, 08:53

Placeholder
Ilustrasi berdoa. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu waktu istimewa dalam kalender Islam. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini kerap dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, mulai dari wirid, zikir, hingga memanjatkan doa-doa tertentu yang diyakini memiliki keutamaan besar.

Nisfu Syaban adalah malam ke-15 di bulan Syaban dalam kalender Hijriah. Tahun 2026 malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, setelah Maghrib, hingga terbit fajar keesokan harinya. 

Baca Juga : Puting Beliung Terjang Besuki, Sejumlah Bangunan Rusak Parah dan Pohon Tumbang Lumpuhkan Pantura

Salah satu amalan yang paling sering dibaca pada malam Nisfu Syaban adalah doa Nabi Yunus ‘alaihissalam. Doa ini cukup populer di tengah masyarakat karena diyakini memiliki kekuatan luar biasa untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan.

Berikut bacaan doa Nabi Yunus yang biasa diamalkan:

لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.

Doa tersebut termaktub secara langsung dalam Surat Al-Anbiya ayat 87, yang mengisahkan Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan berlapis-lapis.

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

Wa dzan-nûni idz dzahaba mughâdliban fa dhanna al lan naqdira ‘alaihi fa nâdâ fidh-dhulumâti al lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn

Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.’” (QS Al-Anbiya: 87)

Keutamaan membaca doa Nabi Yunus pada malam Nisfu Sya’ban dijelaskan oleh as-Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir Qudus Al-Makki As-Syafi’i dalam kitab Kanzun Najah was Surur fil Ad’iyyah al-Ma`tsurat allati Tasyrahu as-Shuduur.

Dalam kitab tersebut disebutkan:
Siapa saja yang membaca (Lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn) pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak hitungan hurufnya, yaitu 2375 kali, maka bacaan ayat tersebut menjadi sebab keamanan dari berbagai bencana dan musibah sepanjang tahun.”

As-Syekh Abdul Hamid kemudian menegaskan alasan keutamaan tersebut dengan mengutip riwayat Ibnu Abbas dari Rasulullah SAW:
Doa saudaraku Yunus sangatlah mengagumkan. Diawali dengan tahlil, di tengahnya tasbih, dan di akhirnya pengakuan dosa.”

Beliau juga menyampaikan sabda Nabi: “Tidaklah doa ini dibaca oleh orang yang gelisah, sedih, tertimpa kesulitan, atau terlilit utang sebanyak tiga kali dalam sehari, kecuali akan dikabulkan.”

Baca Juga : Dua Raperda Disahkan di Awal Tahun, Ketua DPRD Jatim: Utamakan Kepentingan Masyarakat

Keutamaan doa Nabi Yunus juga dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Nama Allah yang jika digunakan untuk berdoa maka doa itu dikabulkan, dan jika digunakan untuk meminta maka akan diberi, adalah doa Yunus bin Matta.”

Ketika ditanya apakah doa tersebut khusus untuk Nabi Yunus, Rasulullah menjawab, “Doa itu khusus bagi Yunus bin Matta dan berlaku umum bagi orang-orang beriman apabila mereka berdoa dengannya.”

Penjelasan ini dikuatkan oleh firman Allah dalam lanjutan ayat: “Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kesedihan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang beriman.” (QS Al-Anbiya: 88)

Dalam keterangan lain, sejumlah ulama hadis seperti Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, hingga Al-Hakim meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah dengan doa Nabi Yunus ini, kecuali Allah akan mengabulkannya.”

Namun demikian, para ulama juga mengingatkan adab dalam mengamalkan doa ini. Salah satunya adalah larangan merasa diri lebih baik dari Nabi Yunus. Rasulullah SAW menegaskan: “Tidak sepantasnya seseorang mengatakan: Aku lebih baik daripada Yunus bin Matta.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan Abu Hurairah dalam kitab-kitab sahih.

Dalam islam, tidak ada istilah gagal dalam berdoa selama manusia menyandarkan harapannya kepada Allah SWT. Allah sendiri telah berjanji: “Ud’uni astajib lakum” yang artinya, "mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan."

Senada dengan itu, Da'i asal Malaysia Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid juga mengingatkan agar umat Islam tidak tergesa-gesa menuntut hasil dari doa. Menurutnya, terkadang terkabulnya doa diperlambat karena itulah yang paling baik bagi hamba-Nya.

Malam Nisfu Sya’ban pun menjadi momentum untuk memperbanyak munajat, introspeksi diri, serta meneguhkan keyakinan bahwa setiap doa, terutama doa Nabi Yunus, memiliki kekuatan besar di sisi Allah SWT. Semoga doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin. 


Topik

Agama malam nisfu syaban doa nabi yunus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri