JATIMTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan menutup sementara ruas Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Selatan seiring pelaksanaan kegiatan keagamaan di kawasan Masjid Agung Jami’. Penutupan jalur tersebut dijadwalkan mulai Sabtu sore (3/1/2026) hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Penutupan ini berkaitan dengan rencana pengajian yang digelar Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW. Berdasarkan informasi yang beredar melalui flyer, kegiatan tersebut akan dipusatkan di depan Masjid Agung Jami’, Kota Malang, pada Minggu (4/1/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Baca Juga : Volume Sampah Kota Batu Naik 12,5 Ton Per Hari Sepanjang Periode Liburan
Pantauan JatimTIMES di lokasi pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, akses Jalan Merdeka Barat dan Merdeka Selatan sudah ditutup. Panitia terlihat berjaga di sejumlah titik dan membantu mengarahkan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar Alun-alun Kota Malang. Penutupan difokuskan pada jalur utama di depan Masjid Agung Jami’ hingga kawasan Kantor Pos.
“Yang ditutup itu jalur Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Selatan. Artinya di depannya Masjid Jami’. Masjid Jami’ sampai depannya Kantor Pos kita tutup,” kata Widjaja, Sabtu (3/1/2026).
Pria yang akrab disapa Jaya itu menjelaskan, pengendara roda dua maupun roda empat dari arah Jalan Arif Rahman Hakim tidak diperbolehkan berbelok kanan menuju Jalan Merdeka Barat atau kawasan depan masjid. Arus kendaraan akan dialihkan menuju Jalan Merdeka Timur.
“Pengalihannya dari arah Arif Rahman Hakim itu diarahkan lurus saja, ke Merdeka Utara. Kemudian berbelok ke kanan arah Jalan Merdeka Timur. Biasanya bisa belok kanan di depan masjid, ini kita arahkan lurus, nanti baru belok ke arah Merdeka Timur,” terangnya.
Untuk mendukung kelancaran acara dan meminimalkan kemacetan, Dishub juga menyiapkan lokasi parkir terpusat bagi jamaah dan pengunjung. Area parkir akan difokuskan di kawasan Pendopo Agung Malang. “Parkirnya kita arahkan di Pendopo Kabupaten,” tambah Jaya.
Terkait waktu pelaksanaan pengalihan arus, Jaya menyebut rekayasa lalu lintas diperkirakan mulai diberlakukan sejak malam hari, bersamaan dengan proses pemasangan panggung oleh panitia. Pengaturan lalu lintas akan berlangsung hingga acara benar-benar selesai.
Baca Juga : Wisatawan Keluhkan Tarif Parkir Tak Wajar Bukit Bintang saat Malam Tahun Baru, Begini Penjelasan Pengelola
“Biasanya mulai malam, saat pemasangan panggung di depan Masjid Jami’. Pengalihannya sampai acara selesai, biasanya sampai pagi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Dishub Kota Malang akan bersinergi dengan panitia penyelenggara. Personel Dishub tetap diterjunkan, namun panitia juga diminta bertanggung jawab penuh di lapangan.
“Tentu ada petugas dari Dishub. Tapi itu juga kewajiban penyelenggara. Mereka tidak bisa menyerahkan sepenuhnya ke kami,” bebernya.
Dishub pun mengimbau panitia aktif membantu kelancaran lalu lintas, termasuk memasang banner dan rambu sementara di sejumlah titik strategis.
“Kita minta panitia ikut membantu kelancaran lalu lintas, termasuk memasang banner-banner. Sepertinya itu juga sudah terpasang,” pungkas Jaya.
