JATIMTIMES - Hari libur nasional menjadi momen yang selalu dinantikan masyarakat di seluruh dunia. Selain memberikan waktu untuk beristirahat, hari libur juga sering dimanfaatkan untuk merayakan peristiwa penting, tradisi budaya, hingga upacara keagamaan. Setiap negara memiliki jumlah hari libur yang berbeda-beda, bergantung pada sejarah, keberagaman agama, dan tradisi masyarakatnya.
Berdasarkan data World Population Review 2025, beberapa negara bahkan tercatat memiliki jumlah hari libur nasional terbanyak di dunia, yang sebagian besar tersebar di kawasan Asia. Menariknya, beberapa negara kecil juga masuk daftar ini karena kaya akan tradisi dan perayaan. Lalu, siapa saja yang ada di urutan teratas, dan Indonesia berada di posisi keberapa? Berikut daftarnya.
Daftar Negara dengan Libur Terbanyak di Dunia
1. Nepal – 39 Hari Libur
Nepal menjadi negara dengan hari libur terbanyak di dunia, mencapai 39 hari libur nasional setiap tahunnya.
Hari penting: Festival Dashain, perayaan panjang untuk menghormati Dewi Durga, dan Tihar atau Festival Cahaya yang berlangsung lima hari.
Kesan unik: Setiap libur biasanya diisi dengan ritual keagamaan Hindu, dekorasi rumah, dan pertunjukan seni.
2. Myanmar – 32 Hari Libur
Myanmar menempati posisi kedua dengan 32 hari libur nasional.
Hari ikonik: Thingyan atau Festival Air, yang menandai Tahun Baru Burma, serta Hari Kemerdekaan setiap 4 Januari.
Tradisi: Festival ini diwarnai dengan saling menyiram air sebagai simbol pembersihan dosa dan semangat baru.
3. Iran – 26 Hari Libur
Iran memiliki 26 hari libur nasional, banyak di antaranya berkaitan dengan budaya Persia dan Islam.
Hari penting: Nowruz (Tahun Baru Persia), Hari Quds untuk solidaritas Palestina, dan Hari Berkabung Imam Khomeini.
4. Sri Lanka – 25 Hari Libur
Sri Lanka dikenal memiliki 25 hari libur nasional.
Hari utama: Vesak Poya (Waisak), Hari Kemerdekaan 4 Februari, dan Thai Pongal Tamil untuk merayakan musim panen.
Ciri khas: Mayoritas libur berkaitan dengan agama Buddha dan tradisi lokal.
5. Mesir – 22 Hari Libur
Mesir memiliki 22 hari libur nasional.
Hari penting: Idul Fitri, Hari Revolusi 1952, dan Natal Koptik.
Menariknya: Libur resmi diakui untuk mayoritas Muslim dan minoritas Kristen Koptik.
6. Bangladesh – 22 Hari Libur
Bangladesh juga memiliki 22 hari libur nasional.
Hari ikonik: Hari Kemerdekaan 26 Maret, Pohela Boishakh (Tahun Baru Bengali), dan hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
7. India – 21 Hari Libur
India memiliki 21 hari libur nasional yang dipenuhi festival warna-warni.
Baca Juga : First, for Love: Drama Korea Terbaru Tayang 4 Agustus, Angkat Kisah Cinta Pertama dan Hubungan Keluarga
Hari penting: Diwali, Holi, Hari Republik (26 Januari), dan Hari Kemerdekaan (15 Agustus).
Khas India: Perayaan libur nasional sering disertai parade, upacara bendera, dan festival budaya besar-besaran.
8. Malaysia – 21 Hari Libur
Sebagai negara multikultural, Malaysia juga memiliki 21 hari libur nasional.
Hari utama: Idul Fitri, Tahun Baru Imlek, Deepavali, dan Hari Malaysia.
Keunikan: Libur diatur agar mengakomodasi keberagaman etnis dan agama di negara ini.
9. Kamboja – 21 Hari Libur
Kamboja memiliki 21 hari libur nasional, sebagian besar bernuansa spiritual.
Hari terkenal: Tahun Baru Khmer dan Pchum Ben, hari penghormatan leluhur di kuil-kuil.
10. Liechtenstein – 20 Hari Libur
Di Eropa, Liechtenstein termasuk negara kecil dengan 20 hari libur nasional.
Hari spesial: Hari Nasional 15 Agustus, dirayakan dengan pameran dan pesta kembang api yang meriah.
11. Argentina – 19 Hari Libur
Di Amerika Selatan, Argentina menikmati 19 hari libur nasional.
Hari penting: Hari Revolusi Mei 1810, Hari Malvinas (2 April), dan Hari Kedaulatan Nasional.
Makna sejarah: Banyak hari libur berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan dan penghormatan pahlawan.
Dari daftar ini terlihat bahwa Asia mendominasi negara dengan libur terbanyak di dunia, dipimpin oleh Nepal dengan 39 hari libur nasional.
Sementara itu, Indonesia dengan 16 hari libur nasional rata-rata masih berada di bawah negara-negara ini. Walau begitu, tradisi cuti bersama dan libur hari besar keagamaan membuat momen liburan di Indonesia tetap terasa panjang dan meriah.
