JATIMTIMES - Denting lonceng dan gamelan mengiringi semarak upacara keagamaan umat Hindu, Jumat (28/3/2025). Ratusan warga di Lapangan Dusun Junggo, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan udeng sembari mendendangkan pujian pada dewa-dewa.
Ialah Tawur Agung Kesanga, ritual rutin sehari sebelum hari suci Nyepi tahun Saka 1947/2025 maswhi yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025). Semakin ramai saat hari menjelang siang, prosesi Tawur Agung Kesanga dilalui dengan khidmat.

Tepat pukul 11.11 WIB prosesi itu berlanjut dengan mengarak ogoh-ogoh keliling lapangan.
Baca Juga : Pemkab Malang Lakukan Mitigasi, Pastikan Keselamatan 558 Ribu Wisatawan Libur Lebaran
Tawur agung kesanga ini masih menjadi serangkaian upacara nyepi yang dilaksanakan pada tilem sasih kesanga atau satu hari sebelum hari raya nyepi itu.
Kegiatan ini sendiri memiliki arti sebagai pengembalian sari dari alam semesta yang manusia gunakan dan ditujukan kepada para Butha.
"Tahun ini kami mengangkat tema Manawasewa, Masawasewa yang berarti melayani, sama dengan melayani Tuhan," terang Ketua Parisada Hindu Dharma (PHD) Kota Batu Pariyanto saat ditemui di Lapangan Dusun Junggo, Jumat (28/3/2025).

Prosesi melasti atau penyucian, memanjatkan doa, penampilan tari hingga arak ogoh-ogoh dilalui setiap tahapan di Tawur Agung Kesanga itu. Di dalamnya, Roh jahat disimbolkan dengan butakala atau ogoh-ogoh. Upacara Tawur Kesanga menjadi wujud untuk menjauhkan diri dari segala kejahatan tersebut. Sehingga saat perayaan Nyepi nantinya tidak ada gangguan dari segala hal buruk.
"Kita menyadari bahwa di alam semesta ini sebenarnya tidak ada orang lain. Kita menghirup udara yang sama di alam semesta ini. Yang artinya wasudewa kutum bakam. Bahwa kita semuanya adalah saudara," jelas Parianto memaknai Nyepi tahun ini.
Meski merupakan agama minoritas, panganut agama Hindu di Kota Batu cukup banyak. Parianto mengemukakan ada 350 umat Hindu dari berbagai wilayah di Kota Batu. Ia berharap keberagaman dan kerukunan tetap terjaga antar manusia dan umat beragama.
Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, Ada Yang Dirayakan sampai 3 Hari
"Ada 300-350 umat Hindu di Kota Batu. Paling banyak di Kecamatan Bumiaji. Kami selalu menginginkan agar keberagaman dan kerukunan umat tetap terjaga sampai kapanpun dalam kehidupan yang beriringan," harapnya.
Ia menekankan agar masyarakat Hindu semakin berpikir positif dan semakin dituntun ke jalan Dharma. Khususnya dalam mempererat tali persaudaraan sesama umat dan orang lain.

Setiap prosesi Tawur Agung Kesanga juga dihadiri langsung Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto. Secara khidmat, keduanya diajak mengikuti tahapan ibadah tersebut hingga akhir.
Melalui kegiatan tersebut, Nurochman juga berharap umat Hindu tetap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkot Batu. Keberagaman agama memberikan warna terhadap kebijakan di Kota Batu. Maka, Cak Nur menekankan pentingnya saling menghormati dan menjunjung toleransi terhadap umat beragama.
Cak Nur juga memberikan dukungan ke depannya pada seluruh pemeluk agama yang ada di Kota Batu. Termasuk pada perayaan Nyepi untuk umat Hindu nantinya. "Tetap kami berikan pengawalan dan keamanan agar proses ibadah dapat tenang dan nyaman," ucapnya.
