JATIMTIMES - Insiden kecelakaan maut yang melibatkan kereta api terjadi pada jalur perlintasan kereta api kilometer (km) 57.3 yang berlokasi di Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam peristiwa kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu 26 Agustus 2026 tersebut, dilaporkan menewaskan seorang pelajar yang masih berusia belasan tahun.
Identitas korban tewas diketahui berinisial SU. Remaja laki-laki yang tewas berusia 14 tahun tersebut merupakan seorang pelajar asal Kota Malang, Jawa Timur.
Baca Juga : 5 Hari Libur Maulid Nabi, Stasiun Malang Catat Pergerakan 34.999 Penumpang
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbyanto menuturkan, korban tewas usai tertabrak kereta api (KA) Malabar 69 dengan Jurusan Malang-Bandung. Kejadiannya pada sekitar pukul 05.40 WIB.
"Jenazah korban telah dievakuasi untuk di bawa ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan, Kepanjen guna di lakukan visum," ujarnya.
Kronologi kecelakaan maut bermula saat pusat pengendali yang berlokasi di Surabaya menerima informasi dari KA Malabar 69 Jalur pemberangkatan Malang-Bandung. Pada informasi tersebut menyampaikan bahwa di lokasi yakni pada km 57,3 telah terjadi kecelakaan.
"(Pada saat kejadian, red) korban diduga berada di pinggir jalur kereta api," imbuhnya.
Informasi tersebut selanjutnya oleh pihak pusat pengendali disampaikan kepada Stasiun Pakisaji. Petugas Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 90 Pakisaji kemudian mengecek adanya Informasi tersebut.
"Petugas kepolisian beserta PMI (Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang) juga turut mendatangi lokasi kejadian setelah adanya informasi kecelakaan tersebut," imbuhnya.
Baca Juga : Kalender September 2026 Lengkap: Cek Tanggal, Weton, Hijriah, Hari Besar dan Daftar Hari Libur
Setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati korban yang telah dalam keadaan tewas. "Korban ditemukan meninggal dunia di area persawahan pinggir perlintasan kereta api," tuturnya.
Pada saat ditemukan petugas, korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya. Di antaranya meliputi luka-luka pada bagian kepala hingga tangan.
"Korban diduga ada penyakit (gangguan, red) kejiwaan dan sering jalan-jalan namun tidak pulang ke rumah. Pihak keluarga selama ini juga sering kebingungan mencari keberadaan korban," pungkasnya.
