Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Jelang Muktamar NU ke 35, Peserta tak Langsung ke Jombang tapi Transit di Surabaya, Ada Apa?

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : A Yahya

26 - Aug - 2026, 16:28

Placeholder
Ilustrasi Muktamar NU ke 35

JATIMTIMES - Sehari menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah peserta atau muktamirin diduga melakukan transit lebih dulu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (26/8/2026). Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU sendiri akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026. 

Nah, sebagian peserta diduga tidak langsung menuju ke Jombang, ada juga yang berada lebih dulu ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk transit dan melakukan registrasi.  Berdasarkan informasi yang terhimpun, peserta tersebut tiba di asrama sejak Selasa (25/8/2026) malam. 

Pantauan awak media terdapat beberapa penjaga menggunakan kopyah dan pakaian batik berjaga di pintu parkir. Mereka tampak bertanya kepada setiap pengendara roda empat yang hendak masuk ke lokasi. 

Setelahnya, kendaraan roda empat diperbolehkan masuk, namun mereka juga memotret nopol polisi yang tertera pada kendaraan. Gerbang masuk ke area asrama pada sisi Timur dan Barat tampak lengang tanpa petugas. 

Tidak ditemukan juga adanya bendera organisasi NU, namun terlihat seseorang menggunakan kemeja putih bertulisan Nahdlatul Ulama. 

Kabag Administrasi UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Abdullah Mawardi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti soal tamu yang berada di asrama. “Mohon maaf, kita hanya sebagai penyedia akomodasi jadi tidak tahu tamu kita itu peserta Muktamar atau bukan mohon maaf,” kata Mawardi saat dikonfirmasi awak media Rabu. 

Sementara itu tersebarnya kabar dugaan pengkondisian peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, serta adanya larangan bagi media untuk melakukan peliputan di dalam lokasi, mendapat reaksi keras dari KH Abdul Muhaimin. 

A'wan PBNU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kotagede, Yogyakarta, itu menyindir segala bentuk tindakan yang dinilai dapat menurunkan kesakralan Muktamar NU sebagai agenda lima tahunan organisasi. 

Jika nantinya terbukti terdapat praktik risywah atau politik uang yang melibatkan kandidat, maka harus ada tindakan tegas. 

"Kandidat yang terbukti terlibat langsung maupun tidak langsung dalam praktik risywah, wajib didiskualifikasi dalam pemilihan di Muktamar ke-35 NU," tegas KH Abdul Muhaimin dalam keterangan tertulisnya. 

Ia menilai, dugaan pengkondisian delegasi PWNU dan PCNU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian secara serius. 

KH Abdul Muhaimin mengingatkan seluruh peserta Muktamar agar tidak membiarkan praktik-praktik yang dinilai dapat mencederai marwah organisasi. 

Menurut dia, muktamirin dan muktamirat harus memiliki keberanian untuk menjaga independensi forum tertinggi NU tersebut. Sikap diam, kata dia, dikhawatirkan justru menjadikan persoalan tersebut sebagai dosa kolektif organisasi.
 


Topik

Peristiwa muktamar nu muktamirin surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa