JATIMTIMES – Pengabdian mahasiswa tidak berhenti di ruang diskusi dan program seremonial. Sebanyak 48 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Islam Blitar (Unisba Blitar) turun langsung merawat sumber air sekaligus jejak sejarah yang hidup di tengah masyarakat Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
Aksi itu dipusatkan di Sumber Njedog dan Punden Brendil, Sabtu (9/8/2026). Mahasiswa bersama masyarakat bergotong royong membersihkan kawasan sumber, menanam pohon, memasang penanda lokasi, hingga membersihkan aliran sungai yang menjadi bagian dari jaringan irigasi desa.
Baca Juga : Disporabudpar Usulkan Menara Air Pasar Tanjung Masuk Cagar Budaya
Kegiatan tersebut menempatkan pengabdian masyarakat dalam dua kepentingan sekaligus: menjaga keberlanjutan lingkungan dan merawat ingatan kolektif desa. Sebab, bagi masyarakat Gledug, Sumber Njedog dan Punden Brendil bukan hanya ruang ekologis. Keduanya menyimpan cerita yang bertaut dengan perjalanan masyarakat setempat.
Sumber Njedog, misalnya, lekat dengan cerita mengenai asal-usul Desa Gledug. Tuturan yang diwariskan masyarakat menyebut kawasan tersebut dahulu masih berupa hutan sebelum kemudian dibuka oleh para perintis desa. Sumber air telah hadir dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak kawasan itu berkembang menjadi permukiman.
Juru kunci sekaligus pengelola Sumber Njedog, Udin, mengatakan keberadaan sumber tersebut tidak dapat dipisahkan dari sejarah lokal Gledug.
“Sumber ini tidak bisa dilepaskan dari riwayat desa kami. Orang-orang tua dulu bilang, air ini sudah ada bahkan sebelum desa ini seramai sekarang,” kata Udin.
Menjaga Air, Merawat Ingatan Desa
Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan dengan membersihkan kawasan. Mahasiswa KKN Unisba Blitar juga memasang plakat penanda di Sumber Njedog dan Punden Brendil. Penanda itu menjadi langkah sederhana untuk memperjelas identitas kedua lokasi agar semakin mudah dikenali masyarakat maupun pendatang.
Pada saat bersamaan, mahasiswa menyerahkan sekaligus menanam pohon di sekitar kawasan sumber. Penghijauan diarahkan untuk memperkuat kesadaran bahwa keberadaan mata air membutuhkan lingkungan yang tetap terjaga.
Koordinator kegiatan KKN Kelompok 6, Khoirun Nisa’, mengatakan pemilihan Sumber Njedog dan Punden Brendil didasarkan pada nilai ekologis sekaligus historis yang dimiliki kedua kawasan tersebut. Karena itu, kegiatan mahasiswa diarahkan bukan sekadar membersihkan lingkungan untuk kepentingan sesaat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Warga dapat terus menjaga kebersihan, kelestarian, dan nilai sejarah kedua sumber ini agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar Khoirun.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam membawa pendidikan lebih dekat dengan persoalan nyata masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kampus, tetapi juga belajar membaca kebutuhan desa, bekerja bersama warga, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Gotong Royong untuk Lingkungan dan Kehidupan Warga
Baca Juga : Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Kebakaran Kalimantan, Wilayah Udara Bisa Dibuka untuk Operasi Cuaca
Rangkaian pengabdian kemudian dilanjutkan di dua titik. Di kawasan Sumber Njedog, mahasiswa membantu masyarakat memasang bendera Merah Putih untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, di Punden Brendil, mahasiswa dan warga bergotong royong membersihkan kawasan sungai utama. Aliran tersebut memiliki fungsi penting karena menjadi bagian dari saluran irigasi yang menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Desa Gledug.
Ketua RW 2 Desa Gledug, Mudjianto, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa. Menurut dia, kehadiran mahasiswa membuat pekerjaan warga menjadi lebih ringan sekaligus menghidupkan kembali semangat kerja bersama.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah ikut membantu membersihkan area sungai. Pekerjaan jadi lebih ringan karena dilakukan bersama-sama dengan warga,” ujarnya.
Gotong royong di Sumber Njedog dan Punden Brendil menunjukkan pembangunan desa dapat tumbuh dari langkah sederhana: menjaga mata air, membersihkan sungai, menanam pohon, dan merawat sejarah lokal.
Bagi mahasiswa Unisba Blitar, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar langsung bersama masyarakat. KKN tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi mempertemukan pengetahuan kampus dengan kearifan lokal serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan identitas Desa Gledug.
