Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Omzet Merosot Gara-Gara Online, Pedagang Bendera di Magetan Ketiban Berkah Imbauan Pemkab

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Aug - 2026, 13:32

Placeholder
Hilmi, salah satu pemuda perantau, mengandalkan momen kemerdekaan di Magetan untuk mengais rezeki di tengah gempuran harga miring pasar online.

Q — Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81, pedagang bendera Merah Putih musiman mulai marak menjamur di sepanjang jalan protokol hingga kawasan wisata Kabupaten Magetan. 

Di antara deretan penjual yang memadati trotoar jalan Magetan, adalah Hilmi (23), pemuda asal Garut, Jawa Barat, yang kembali mengadu nasib di Kabupaten Magetan. Meskipun usianya masih muda, Hilmi sudah konsisten berjualan bendera secara berturut-turut di area tempat wisata Taman Refugia, Kecamatan Plaosan, Magetan sejak tahun 2020 demi mengais rezeki momen HUT RI ke-81.

Baca Juga : Ikut Upacara HUT RI di Istana Merdeka Dapat Apa Saja? Ini Isi Goodie Bag yang Pernah Diterima Tamu Undangan

Namun, perayaan kemerdekaan kali ini menyisakan tantangan yang tak mudah bagi Hilmi. Derasnya arus belanja digital perlahan mengikis jumlah pembeli yang biasa singgah ke lapak fisik di pinggir jalan.

Hilmi bercerita, tren belanja online menjadi pukulan paling telak bagi usahanya. Banyak calon konsumen tergiur oleh tawaran harga miring di platform digital tanpa memikirkan kualitas bahan.

"Sekarang sepi, tidak seperti tahun-tahun awal saya jualan. Dari 2020 sampai sekarang terasa terus berkurang pembelinya, banyak yang memilih beli di online," kata Hilmi saat ditemui di lapaknya kawasan wisata Refugia, Plaosan, Magetan.

Menurut Hilmi, harga bendera ukuran kecil (90 cm) di lapaknya dipatok Rp 20.000 dengan bahan kain yang tebal dan standar. Sementara di platform digital, produk serupa dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 15.000, bahkan ada yang Rp 9.000.

"Saya tidak masalah, cuma harga di online kan memang murah. Tetapi ada juga pembeli yang protes setelah beli online, karena di foto terlihat bagus tetapi begitu barang sampai kainnya jelek dan ukurannya kecil. Kemarin ada pengurus RT di Magetan yang akhirnya balik beli ke sini," ujar dia.

Pergeseran perilaku konsumen ini berdampak langsung pada kantong Hilmi. Omzet penjualannya di Magetan merosot tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau omzet, dari tahun kemarin turunnya hampir 50 persen. Hari biasa sekarang dapat Rp 200.000 sampai Rp 300.000 sehari. Kemarin pas ramai tanggal 1 Agustus Alhamdulillah bisa dapat Rp 700.000 sampai Rp 800.000. Paling laris tetap bendera ukuran standar," tutur Hilmi.

Penurunan omzet hingga separuh harga sempat membuat Hilmi memutar otak untuk menghemat pengeluaran harian selama merantau.

Namun, asa Hilmi kembali tumbuh setelah mendengar adanya imbauan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Edaran tersebut menginstruksikan setiap rumah warga untuk mengibarkan bendera Merah Putih mulai 1 hingga 17 Agustus menyambut HUT RI ke-81.

Baca Juga : Apply Kartu Kredit Online Kini Semakin Mudah, Approval Bisa Hanya 5 Menit

Informasi tersebut diakui Hilmi menjadi suntikan energi baru. Ia yang semula pesimis dan hanya membawa stok terbatas, memberanikan diri menambah pasokan bendera di lapaknya.

"Saya dapat informasi kalau tanggal 1 sampai 17 Agustus wajib ada bendera, minimal satu per rumah. Itu yang bikin saya semangat lagi. Pas tahu info itu pas sudah di Magetan, saya langsung optimis. Makanya saya berani jualan terus sampai tanggal 11 atau 13 Agustus nanti," katanya.

Hilmi menyebutkan, awalnya ia hanya mengandalkan stok sisa sebanyak 30 lembar bendera. Begitu mendengar imbauan Pemkab Magetan, ia meminjam modal untuk menambah 10 lembar lagi.

"Nyicil dulu, kalau kurang baru ambil lagi dari teman. Adanya imbauan wajib pasang bendera di tiap rumah untuk HUT RI ke-81 ini sangat membantu penjualan kami pedagang kecil," ucap Hilmi.

Memasuki pertengahan bulan Agustus menjelang puncak HUT RI ke-81, hadirnya pedagang musiman seperti Hilmi menyegarkan denyut nadi perekonomian daerah. 

Di balik kibaran Sang Saka Merah Putih di seluruh sudut Magetan dan gelora jiwa nasionalisme warga, ada roda ekonomi rakyat kecil yang terus berputar. 

Dan momen kemerdekaan pun tak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan wujud nyata hadirnya pundi-pundi rezeki dan penghidupan bagi masyarakat bawah.


Topik

Ekonomi Kemerdekaan hut ri HUT Kemerdekaan Indonesia bendera merah putih penjual bendera Magetan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Sri Kurnia Mahiruni