Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pengayuh Becak 30 Tahun Sebut Petrokimia Paling Peduli Nasib Orang Kecil

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : A Yahya

30 - Jul - 2026, 13:51

Placeholder
Ratusan pengayuh becak tradisional antri keluar dari area GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik untuk kembali ke tempat mangkal dengan penuh senyuman usai mendapatkan bantuan bingkisan dan uang tunai.

JATIMTIMES – Rangkaian peringatan HUT ke-54 Petrokimia Gresik kembali menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat. Tak hanya warga sekitar perusahaan dan pelaku UMKM, ratusan pengayuh becak di Kota Pudak juga merasakan berkahnya. 

Salah satunya adalah Abdul Wakhid, pengayuh becak asal Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Selama bertahun-tahun, ia selalu menjadi salah satu penerima santunan yang dibagikan perusahaan produsen pupuk tersebut.

Baca Juga : Amalan Ringan Berpahala Dahsyat, Lebih Utama daripada Infak Emas dan Jihad

"Alhamdulillah petro memang jos, selalu memperhatikan nasib orang kecil," ujar Abdul Wakhid saat ditemui di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik.

Wakhid sapaan akrabnya mengatakan, berprofesi sebagai mengayuh becak selama kurang lebih 30 tahun. Ia pernah mengkal mencari penumpang di kawasan Karangturi Gresik. Kemudian berpindah tempat hingga pada akhirnya di kawasan alun-alun Gresik sampai sekarang.

Seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi semakin sulit. Penumpang becak terus berkurang, dalam sehari mendapatkan satu penumpang sudah menjadi rezeki yang besar. Bahkan, tidak jarang Wakhid tidak mendapatkan hasil sama sekali.

"Kalau sekarang dapat satu penumpang saja sudah banyak. Sering juga tidak dapat penumpang sama sekali. Kalah sama ojek online," tutur pria kelahiran 1959 tersebut.

Kondisi tersebut membuat penghasilannya tidak menentu. Untuk sekadar makan sehari-hari pun, mengaku kerap mendapat bantuan dari orang-orang yang baik. "Untuk makan saja kadang susah, tapi Alhamdulillah masih ada orang baik yang seringmemberikan makanan kadang uang juga," imbuhnya.

Wakhid berkisah tentang lika-liku perjalanan hidupnya sebelum menjadi pengayuh becak. Ia pernah berjualan bakso di depan Ramayana Gresik, namun usahanya tidak berkembang. Setelah itu ia bekerja sebagai penjual pangsit mengikuti juragan di Tambaksari, Surabaya, kemudian mencoba membuka usaha sendiri di kawasan Manukan. 

"Karena usaha tidak ada yang berkembang akhirnya saya pilih menjadi pengayuh becak. Dulu hasilnya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.

Pada 2004, Abdul Wakhid bahkan terpaksa menjual becak miliknya karena membutuhkan uang. Sejak saat itu ia tidak lagi memiliki becak sendiri dan harus menyewa becak dengan biaya Rp5 ribu per hari agar tetap bisa bekerja.

"Kalau bayar sewa becak biasanya satu bulan sekali sebesar Rp150 ribu," imbuh Abdul Wakhid.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Pon 30 Juli 2026: Hari Baik tuk Menabung dan Investasi

Lelaki berkacamata itu mengaku belum memiliki rencana berhenti menjadi pengayuh becak. Pekerjaan itu masih menjadi satu-satunya sumber penghasilan. Ia juga berencana memanfaatkan santunan yang diterima dari Petrokimia Gresik untuk membayar utang. "Hasil dari Petrokimia ini buat bayar utang. Petro luar biasa, perhatian terhadap orang kecil sangat besar," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Khusnan, pengayuh becak asal Tuban yang telah mengayuh becak di Gresik sejak 1994. Kini ia sehari-hari mangkal di sekitar Pasar Gresik dan mengaku sangat terbantu dengan kepedulian yang rutin diberikan Petrokimia Gresik.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu. Terimakasih Petrokimia Gresik tidak pernah berhenti peduli orang kecil," pungkasnya.

Kegiatan bertajuk 'Berbagi Berkah Bersama Abang Becak' tersebut diikuti total 529 pengayuh becak yang beroperasi di wilayah Gresik. Setiap orang mendapat bingkisan dan uang tunai Rp 200 ribu.

Secara simbolis penyaluran bantuan diserahkan oleh Direktur Manajemen Resiko PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan bersama Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo.

"Kami minta doanya kepada panjenengan semua (pengayuh becak, red) agar Petrokimia Gresik terus berkembang dan karyawannya sejahtera dan kegiatan seperti ini terus digelar setiap tahun," kata Ihwan meminta doa kepada ratusan pengayuh becak.


Topik

Peristiwa petrokimia gresik kabupaten gresik petrokimia gresik peduli



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa