Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Bangkit dan Mandiri Melalui Program PEKA

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

27 - Jul - 2026, 19:16

Placeholder
Beyond Protection: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat (kanan) bersama Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia memberikan keterangan pers usai peluncuran Program PEKA di Sidoarjo. Program ini mendorong ahli waris peserta bangkit dan mandiri melalui pelatihan kewirausahaan serta pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat peran jaminan sosial ketenagakerjaan agar tidak berhenti pada pemberian santunan semata. Melalui pendekatan Value Beyond Protection, lembaga tersebut mendorong manfaat jaminan sosial menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengantarkan keluarga pekerja bangkit, mandiri, dan kembali produktif setelah menghadapi risiko.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari arah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam Rencana Strategis 2027–2031. Fokusnya tidak hanya memastikan hak peserta terpenuhi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga pekerja.

Baca Juga : Pendaftaran Magang Nasional 2026 Ditutup Besok, Segera Daftar! Ini Link, Syarat, dan Cara Daftarnya

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial kini tidak lagi diukur hanya dari besarnya santunan yang disalurkan, melainkan sejauh mana manfaat tersebut mampu menjadi titik balik bagi keluarga peserta untuk kembali membangun kehidupan.

"Hari ini kami menghadirkan pelatihan pemberdayaan bagi 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja di wilayah Surabaya Raya. Kami ingin memastikan bahwa perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik," ujar Saiful.

Santunan Menjadi Modal Produktif

Saiful menjelaskan, santunan yang diterima ahli waris seharusnya tidak habis untuk kebutuhan konsumtif semata. Sebaliknya, dana tersebut perlu menjadi modal awal membangun usaha dan sumber penghasilan baru.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) sebagai implementasi pendekatan Value Beyond Protection. Program tersebut dirancang untuk membekali ahli waris dengan keterampilan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemasaran digital.

"Kami berharap santunan yang diterima tidak berhenti sebagai dana konsumtif, tetapi menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, setelah manfaat diberikan, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program PEKA sebagai sarana meningkatkan produktivitas ahli waris melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk hingga pemasaran," katanya.

Menurut Saiful, pendekatan tersebut merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage, Care, dan Credibility. Melalui pilar Care, BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat perlindungan sosial sehingga tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan keluarga pekerja.

Program PEKA sendiri mengusung konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Tahapan tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan, mampu membangun usaha produktif, hingga memperoleh penghasilan yang berkelanjutan.

"Pelaksanaan hari ini merupakan soft launching Program PEKA. Ke depan, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi ahli waris penerima manfaat JKM dan JKK, tetapi juga akan diperluas kepada pekerja yang memasuki Masa Persiapan Pensiun sebelum menerima manfaat JHT. Harapannya semakin banyak pekerja dan keluarganya yang memiliki bekal untuk tetap produktif dan mandiri," jelasnya.

Pelatihan dan Pendampingan Ahli Waris

Implementasi Program PEKA diwujudkan melalui pelatihan yang digelar di Sidoarjo dengan melibatkan 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari Kantor Cabang Surabaya Karimunjawa, Surabaya Tanjung Perak, Surabaya Darmo, Juanda, dan Sidoarjo.

Bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo Kementerian Ketenagakerjaan RI, peserta mendapatkan pelatihan bertema Membangun Daya Tarik Produk Melalui Kemasan dan Promosi Digital. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan produk, memperkuat kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat JKK, JKM, dan beasiswa secara simbolis kepada tiga ahli waris dengan total nilai hampir Rp967 juta.

Baca Juga : Reses di Sidoarjo, Benjamin DPRD Jatim Kawal Solusi Pengairan Petani Balongbendo

Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia mengapresiasi transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga memberikan pendampingan agar keluarga peserta memiliki peluang bangkit secara ekonomi.

"Berapapun nilai santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak akan pernah dapat menggantikan kehadiran anggota keluarga yang telah berpulang. Namun kehidupan harus terus berjalan. Karena itu, selain memberikan manfaat JKK, JKM maupun beasiswa, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan pelatihan kemandirian agar ahli waris memiliki bekal membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Menurut Indah, Program PEKA mencerminkan kehadiran negara secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan hak peserta hingga pendampingan untuk menjaga keberlanjutan kesejahteraan keluarga.

"Program seperti ini perlu terus diperluas karena memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, kesejahteraan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Komitmen BPJS Ketenagakerjaan juga tercermin dari meningkatnya penyaluran manfaat kepada peserta. Hingga Juni 2026, Kantor Wilayah Jawa Timur telah menyalurkan manfaat sebesar Rp3,8 triliun kepada 331.199 penerima manfaat, meningkat sekitar Rp700 miliar dibandingkan realisasi Mei 2026 sebesar Rp3,1 triliun. Secara nasional, hingga Mei 2026, manfaat yang telah dibayarkan mencapai Rp29,53 triliun kepada lebih dari 2,3 juta penerima manfaat, termasuk penyaluran beasiswa bagi 61.661 anak peserta.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi Ocky Olivia menegaskan Program PEKA menjadi bentuk nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga pekerja.

"Program ini membekali ahli waris dengan keterampilan kewirausahaan guna memastikan kemandirian ekonomi keluarga pekerja secara berkelanjutan," ujar Ocky.

Melalui pendekatan Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa perlindungan sosial tidak lagi hanya dimaknai sebagai penyaluran santunan ketika risiko terjadi. Lebih dari itu, jaminan sosial dihadirkan sebagai investasi sosial yang mampu melahirkan keluarga pekerja yang lebih tangguh, produktif, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan.


Topik

Pemerintahan bpjs ketenagakerjaan program peka



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan