Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral Klub Lari Bule di Bali Diduga Diskriminasi Pelari Indonesia, Begini Klarifikasi Entourage

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

24 - Jul - 2026, 18:07

Placeholder
Potret acara lari di Komunitas lari Entourage Bali. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Komunitas lari Entourage Bali akhirnya buka suara setelah ramai dituding mendiskriminasi warga negara Indonesia (WNI) dalam proses keanggotaan. Melalui unggahan di akun Instagram @entourage.bali, komunitas tersebut menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kesalahan pada sistem persetujuan otomatis yang membuat sebagian nomor Indonesia (+62) ditolak secara tidak semestinya.

"Pertama dan yang paling utama, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang merasa tersinggung dan tersakiti, dan kami tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati atau mendiskriminasi siapa pun," tulis Entourage dalam pernyataan resminya yang diunggah Jumat (24/7/2026).

Baca Juga : Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Kick-off 25 Juli, Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Malam

Entourage menjelaskan komunitas tersebut awalnya dibentuk sebagai wadah bagi digital nomad di Bali untuk saling terhubung. Pihaknya menjelaskan keanggotaan tidak ditentukan oleh kewarganegaraan dan mengklaim telah memiliki anggota dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski begitu, pengelola mengakui terjadi kekeliruan pada mekanisme persetujuan otomatis grup WhatsApp dan sejumlah kegiatan non-lari. Kesalahan itu disebut memunculkan bias sehingga beberapa, meski tidak semua, nomor telepon Indonesia dengan kode +62 ditolak saat mendaftar.

"Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," tulis mereka.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Entourage juga mengumumkan penghentian sementara seluruh kegiatan komunitas.

Pernyataan itu muncul setelah komunitas lari tersebut menjadi sorotan publik karena diduga menolak pelari Indonesia bergabung. Dugaan diskriminasi mencuat dari sejumlah tangkapan layar percakapan yang beredar di media sosial dan memicu kritik dari pelari lokal maupun warga negara asing yang tinggal di Bali.

Salah satu pelari asal Inggris, Josh Fothergill melalui akun Instagram @joshfothergill, mengaku prihatin dengan dugaan perlakuan tersebut.

"Ada klub lari di Bali yang melarang orang Indonesia untuk bergabung. Kita bikin video ini karena sudah waktunya untuk bersuara demi sesuatu yang benar." ungkapnya. 

Kritik serupa disampaikan pelari asing lainnya, Jack Ahearn melalui akun @jackahearn. "Bagaimana bisa kamu datang ke negara orang lain, lalu merasa punya hak melakukan hal seperti itu? Entourage Bali, perbaiki kelakuan kamu atau pergi dari sini!" katanya. 

Kasus ini kemudian mendapat perhatian Anggota DPD RI asal Bali Ni Luh Djelantik, yang melalui akun Instagram @niluhdjelantik meminta aparat kepolisian dan Kantor Imigrasi Bali menyelidiki dugaan diskriminasi tersebut sekaligus memeriksa legalitas kegiatan komunitas.

Baca Juga : Sebut Wartawan Londo Ireng, AJI Minta Prabowo Minta Maaf 

"Kami meminta kepada pihak Imigrasi Bali dan juga Kepolisian Provinsi Bali agar dapat menindaklanjuti laporan kami terkait dengan dugaan diskriminasi oleh WNA dan kegiatan yang diduga tidak berizin. Kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan warga negara Indonesia, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami." jelasnya. 

Entourage juga membantah tudingan bahwa klub larinya hanya diperuntukkan bagi warga asing. Pihaknya menyebut Silent Disco Run yang digelar pada Rabu (22/7) merupakan acara lari berbayar pertama karena jumlah headphone terbatas. 

Berdasarkan data internal yang diunggah, dari 94 pemesan atau 120 tiket, peserta berkewarganegaraan Indonesia justru menjadi kelompok terbesar dengan 22 peserta atau sekitar 23,4 persen dari total pemesan.

Selain itu, penyelenggara menyatakan kegiatan lari dimulai pukul 05.30 Wita untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan mendapat pengawalan dari kepolisian.

Sebelumnya, salah satu lokasi yang menjadi titik kumpul peserta, Atelier Sandwich Bali melalui akun Instagram @ateliersandwich.bali, juga telah memberikan klarifikasi. Manajemen menjelaskan hanya menyediakan tempat serta layanan makanan dan minuman, tanpa terlibat dalam proses pendaftaran maupun kebijakan keanggotaan komunitas.

"Peran kami dalam acara tersebut murni sebatas penyedia tempat serta layanan makanan dan minuman bagi para peserta. Kami tidak memiliki wewenang maupun keterlibatan dalam jalur komunikasi dengan peserta, termasuk proses pendaftaran dan keikutsertaan." ungkapnya. 

Manajemen Atelier juga menegaskan menolak segala bentuk diskriminasi. "Kami sama sekali tidak mengetahui atau terlibat dalam kebijakan maupun keputusan internal pihak penyelenggara. Kami mengecam segala bentuk rasisme dan tidak mendukung tindakan tersebut dalam bentuk apa pun." kata Manajemen Atelier. 


Topik

Peristiwa komunitas lari entourage pelari bule pelari bali komunitas lari bali



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa