Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Anak Kembali Masuk Sekolah saat Cuaca Panas? Ini 9 Tips agar Tetap Sehat dan Terhindar dari Dehidrasi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Jul - 2026, 18:16

Placeholder
Ilustrasi siswa Indonesia. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Libur sekolah telah usai dan para siswa dijadwalkan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai Senin (13/7/2026). Di saat yang sama, sebagian besar wilayah Indonesia masih dilanda cuaca panas seiring berlangsungnya musim kemarau yang cukup panjang.

Di sejumlah daerah, musim kemarau bahkan telah memicu kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap dampak suhu panas, terutama bagi anak-anak yang akan kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Baca Juga : Seragam Gratis Tak Lagi untuk Semua Siswa Baru, Orang Tua Harus Menunggu Verifikasi

Selama berada di sekolah, siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas di luar ruangan, seperti upacara bendera, olahraga, hingga perjalanan menuju dan pulang dari sekolah. Paparan sinar matahari dalam waktu yang cukup lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), bahkan gangguan kesehatan lainnya apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Karena itu, orang tua dianjurkan mempersiapkan anak sebelum berangkat ke sekolah, mulai dari memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, membawakan botol minum, hingga memilih pakaian yang nyaman digunakan selama cuaca panas.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu anak tetap sehat dan terhindar dari dampak cuaca panas.

9 Tips Menjaga Anak Tetap Sehat Saat Cuaca Panas

1. Perbanyak minum air putih

Pastikan anak minum air putih secara rutin dan tidak menunggu hingga merasa haus. Tubuh yang tetap terhidrasi akan lebih mampu mengatur suhu sehingga risiko dehidrasi dapat diminimalkan.

2. Hindari minuman tertentu

Batasi konsumsi minuman berkafein, minuman berenergi, minuman tinggi gula, maupun minuman beralkohol karena dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh.

3. Kurangi paparan sinar matahari langsung

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan topi, payung, atau pelindung kepala lainnya untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.

4. Gunakan pakaian yang nyaman

Pilih pakaian berbahan ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat agar tubuh tetap terasa sejuk selama beraktivitas.

5. Pilih pakaian berwarna terang

Hindari pakaian berwarna gelap karena cenderung lebih banyak menyerap panas dibandingkan warna terang.

6. Hindari aktivitas pada jam terpanas

Jika memungkinkan, batasi aktivitas di luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 15.00, karena pada waktu tersebut suhu udara biasanya berada pada titik tertinggi.

7. Jangan meninggalkan anak di dalam kendaraan

Jangan pernah meninggalkan anak di mobil yang sedang terparkir, baik dalam kondisi jendela terbuka maupun tertutup. Suhu di dalam kendaraan dapat meningkat dengan cepat dan membahayakan keselamatan.

8. Gunakan tabir surya

Oleskan sunscreen dengan minimal SPF 30 pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum anak beraktivitas di luar ruangan.

9. Siapkan perlengkapan pendukung

Bekali anak dengan botol minum sendiri. Bila diperlukan, sediakan juga semprotan air dingin untuk membantu menyegarkan tubuh saat cuaca sangat terik.

Waspadai Gejala Akibat Cuaca Panas

Selain melakukan pencegahan, orang tua maupun guru juga perlu mengenali tanda-tanda ketika anak mulai mengalami gangguan akibat suhu panas.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

• Berkeringat secara berlebihan.

• Kulit terasa panas dan kering.

• Jantung berdebar lebih cepat.

• Kulit tampak pucat.

• Kram pada kaki atau perut.

• Mual, muntah, dan pusing.

• Frekuensi buang air kecil berkurang dengan warna urine kuning pekat.

Apabila gejala tersebut muncul, segera pindahkan anak ke tempat yang lebih teduh atau sejuk. Dinginkan tubuh menggunakan kain atau spons basah pada bagian leher, pergelangan tangan, dan lipatan tubuh. Setelah itu, berikan air putih yang cukup untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Baca Juga : 5 Cara Membangkitkan Semangat Anak Kembali Sekolah Setelah Libur Panjang, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Memasuki tahun ajaran baru, menjaga kesehatan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga sekolah. Guru diharapkan mengingatkan siswa untuk rutin minum air putih, sementara orang tua dapat membekali anak dengan perlengkapan yang dibutuhkan saat cuaca panas.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi dapat diminimalkan. Anak pun dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman, sehat, dan tetap fokus meski cuaca panas masih melanda sejumlah wilayah Indonesia.


Topik

Pendidikan Masuk Sekolah dehidrasi cegah dehidrasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan