Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kekeringan Mulai Meluas, 11 Kabupaten di Jatim Tetapkan Status Siaga Darurat

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

08 - Jul - 2026, 14:40

Placeholder
Ilustrasi kemarau. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Musim kemarau mulai berdampak di berbagai wilayah Jawa Timur. Sejumlah daerah kini menghadapi ancaman kekeringan yang memicu penetapan status siaga darurat serta penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember menetapkan status siaga darurat kekeringan. Dengan penambahan dua daerah tersebut, kini sudah ada 11 kabupaten di Jawa Timur yang resmi menetapkan status siaga darurat.

Baca Juga : Loud Budgeting Jadi Tren di Kalangan Gen Z, Begini Cara Mengatur Keuangan Tanpa Takut Bilang Tidak

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, penetapan status siaga darurat dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat.

"Saat ini ada 11 kabupaten yang sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Terbaru ada Malang dan Jember," kata Gatot Soebroto didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno, Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, sebelas kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan meliputi Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, dan Jember.

Selain menetapkan status siaga darurat, sejumlah pemerintah daerah juga mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Satriyo Nurseno menjelaskan, hingga saat ini terdapat enam kabupaten yang telah melakukan dropping air bersih, yakni Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, Pasuruan, Bangkalan, dan Jember.

"Yang telah melakukan dropping air bersih di antaranya Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, Pasuruan, Bangkalan, dan Jember. Total sudah ada 594 ribu liter air yang telah didistribusikan," ujarnya.

BPBD Jawa Timur memperkirakan dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini berpotensi semakin meluas. Berdasarkan hasil pemetaan, sebanyak 29 kabupaten di Jawa Timur diprediksi berpotensi mengalami kekeringan dengan total 916 desa yang masuk kategori rawan terdampak.

Baca Juga : Sempat Heboh BGN Datangi KPK, Ternyata Bahas Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Jawa Timur telah menyiapkan berbagai kebutuhan logistik untuk mendukung penanganan di daerah terdampak, mulai dari pasokan air bersih hingga tandon air yang dapat segera didistribusikan apabila diperlukan.

"Kami siaga dengan menyiapkan logistik air bersih, tandon untuk dikirim ke kabupaten-kabupaten yang terdampak kekeringan," ungkap Satriyo.

BPBD Jawa Timur juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna memantau perkembangan kondisi di lapangan selama musim kemarau berlangsung. Jika wilayah terdampak terus bertambah, penyaluran bantuan air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar krisis air tidak mengganggu aktivitas maupun kebutuhan sehari-hari warga.

Dengan potensi kekeringan yang diperkirakan melanda ratusan desa di 29 kabupaten, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah daerah apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan.


Topik

Peristiwa kemarau kekeringan jatim bpbd jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana