JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi diagendakan membuka secara resmi Sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU) Kabupaten Malang Tahun 2026. Pada agenda yang berlangsung di Pendapa Agung Kabupaten Malang dengan tema: "Pelajar Makmur Cerdas Finansial" pada Selasa (30/6/2026) tersebut, juga turut ditujukan guna mensosialisasikan terkait literasi dan inklusi keuangan.
Pada sambutannya, Sanusi menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi digital.
Baca Juga : Brawijaya Kediri Lepas 295 Mahasiswa KKN, Dorong Program Berorientasi Luaran dan Berdampak bagi Masyarakat
"Pada era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini," ujarnya.
Namun demikian, disampaikan Sanusi, di balik kemudahan tersebut terdapat tantangan yang harus diantisipasi agar generasi muda tidak terjebak pada perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal. Yakni yang diakibatkan karena rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.
"Sehingga sejak dini perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan,” imbuhnya.
Dijelaskan Sanusi, pendidikan finansial bukan hanya mengajarkan tentang bagaimana memperoleh uang. Namun juga menekankan tentang bagaimana mengelola, menggunakan, hingga merencanakan keuangan secara bijaksana.
"Oleh karena itu, Program KEJAR dan Program RABU menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian finansial bagi para pelajar di Kabupaten Malang," tuturnya.
Sanusi menambahkan, keberadaan rekening pelajar bukan sekadar sarana untuk menabung. Akan tetapi juga sekaligus menjadi media edukasi agar siswa terbiasa mengelola keuangan secara terencana sejak usia sekolah.
"Dengan adanya kebiasaan tersebut, diharapkan nantinya akan membentuk generasi yang lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang," tuturnya.
Perlu diketahui, dalam Sosialisasi Program KEJAR dan Program RABU tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, hingga Direktur Utama BPR Artha Kanjuruhan.
Selain itu, para kepala sekolah, ketua komite, tenaga pendidik, serta pelajar SD, SMP, MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Malang juga turut mengikuti kegiatan sosialisasi baik secara luring maupun daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
"Melalui Program KEJAR dan RABU, para siswa didorong untuk memiliki rekening tabungan sejak dini sekaligus membangun budaya menabung sebagai bekal menuju kemandirian finansial," ujar Sanusi.
Pada kesempatan yang sama, Sanusi juga turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terkait yang telah bersinergi mendukung pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang. "Sinergi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, lembaga jasa keuangan, serta satuan pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang cerdas finansial,” pungkas Sanusi.
