Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Program Bongkar Ratoon Digelar di Malang, Upaya Perkuat Produktivitas Tebu Nasional

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Yunan Helmy

18 - Jun - 2026, 14:16

Placeholder
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) beserta sejumlah pihak terkait saat menghadiri serangkaian agenda Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu yang berlangsung di Kabupaten Malang pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri agenda Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu yang dilaksanakan di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperkuat komitmen untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional sekaligus mempercepat pencapaian swasembada gula.

Dari pantauan JatimTIMES, kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait. Selain gubernur Jawa Timur, hadir  Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat, Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri, hingga Bupati Malang HM. Sanusi serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Baca Juga : Makan Bergizi Gratis Libur saat Sekolah Libur? Ini Penjelasan Resmi dan Aturan Lengkapnya

Dalam pernyataannya, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis dalam mendukung produksi gula nasional. Jawa Timur sebagai salah satu sentra tebu terbesar di Indonesia juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas melalui berbagai program transformasi budidaya, termasuk bongkar ratoon.

"Jawa Timur merupakan salah satu tulang punggung produksi gula nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tebu harus terus menjadi perhatian bersama," ujar Khofifah dalam sambutannya.

Program bongkar ratoon merupakan salah satu strategi penting dalam pengembangan budidaya tebu. Di sisi lain, peremajaan tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas menjadikan program ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, kualitas bahan baku, serta efisiensi usaha tani.

Selain itu, penggunaan bibit unggul dan penerapan praktik budidaya yang lebih baik juga menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing industri gula nasional. "Program bongkar ratoon yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan nasional melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik," ungkapnya.

Kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu tersebut juga turut menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN) gula, hingga petani dalam mendorong peningkatan produktivitas lahan tebu secara berkelanjutan.

"Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, PT SGN, dan petani dapat semakin mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat menyampaikan, program bongkar ratoon menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat. Menurutnya, peningkatan produktivitas tebu tersebut juga harus menjadi prioritas utama mengingat kebutuhan gula nasional yang terus meningkat setiap tahun.

"Program bongkar ratoon merupakan salah satu strategi yang didorong pemerintah untuk memperbaiki produktivitas tebu rakyat. Sehingga tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas perlu diremajakan agar potensi hasil dapat kembali optimal," ujarnya.

Sementara dalam realisasinya, disampaikan Roni Angkat, pemerintah akan terus berkomitmen untuk memberikan beragam dukungan. Yakni mulai dari benih hingga program penguatan budidaya.

"Kementerian Pertanian akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta berbagai program penguatan budidaya yang berorientasi pada peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani tebu,” jelasnya.

Baca Juga : Tekan Inflasi Telur, Bupati Situbondo Siapkan 1.000 Kandang Ayam dan Gandeng BI Cetak Peternak Milenial

Lebih lanjut, disampaikan Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Andri, keberhasilan program bongkar ratoon membutuhkan kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Sementara PT SGN sebagai bagian dari Holding BUMN Pangan PTPN Group, juga terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan petani, hingga penerapan mekanisasi pertanian.

"Panen dan tanam tebu serentak ini merupakan bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional," ujarnya.

Kuntoro Boga menyebut, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi fondasi utama untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing. "Kami optimistis program bongkar ratoon akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tebu dan mendukung keberlanjutan industri gula nasional,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan panen dan tanam tebu serentak ini, diharapkan semangat transformasi sektor pergulaan nasional dapat terus terjaga. "Program bongkar ratoon tidak hanya menjadi upaya meningkatkan hasil produksi. Tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta mewujudkan industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Perlu diketahui, PT SGN atau yang lebih dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri komoditas gula. Perusahaan tersebut didirikan pada tanggal 17 Agustus 2021. Yakni berdasarkan hukum pendirian yang merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021.

Pendirian perusahaan PT SGN dalam rangka restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah, guna mendukung pencapaian swasembada gula nasional. Perusahaan ini mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula (PG) Perkebunan Nusantara, 2 Pabrik Gula PT PG Rajawali I, 3 Pabrik Gula PT PG Rajawali II, dan 1 Pabrik Gula PT Candi Baru.

Sejumlah pabrik gula yang dikonsolidasi oleh PT SGN tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Yakni mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini, perusahaan PT SGN masih melakukan beragam upaya restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sejumlah sektor. Yakni mulai dari sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya. Beragam upaya tersebut dilakukan guna turut meningkatkan kinerja maupun produktivitas perusahaan.


Topik

Pemerintahan Bongkar ratoon Kabupaten Malang produktivitas tebu pertanian



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan