Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Amalan Penghapus Dosa yang Dibaca Malam 1 Muharam, Ijazah dari Gus Baha 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

11 - Jun - 2026, 06:03

Placeholder
Ilustrasi membaca tasbih. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam, umat Muslim biasanya memperbanyak ibadah dan introspeksi diri. Pengasuh Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3iA) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha pernah membagikan amalan yang diyakini dapat menjadi ikhtiar memohon ampunan kepada Allah SWT.

Amalan yang dimaksud adalah melaksanakan salat tasbih disertai wirid tasbih. Menurut Gus Baha, ibadah tersebut memiliki keistimewaan tersendiri karena berkaitan dengan penghapusan dosa.

Baca Juga : Gaji Guru Sekolah Rakyat 2026 Bisa Tembus Rp 7 Juta, Ini Rinciannya

"Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnya inilah rahasia kenapa saya mengajarkan tasbih," kata Gus Baha, dikutip dari buku Islam Santuy Ala Gus Baha, Kamis (11/6/2026). 

Gus Baha menjelaskan bahwa amalan tersebut bersandar pada hadis Nabi Muhammad SAW yang juga dijelaskan dalam kitab I'anatuth Thalibin. Dalam riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada Abbas bin Abdul Muthalib mengenai sebuah ibadah yang memiliki keutamaan.

"Maukah kamu saya kasih? Maukah kamu saya anugerahi? Apakah kamu tidak senang jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu, awalnya, akhirnya, yang lama, yang baru, yang tanpa disengaja maupun yang terang-terangan? Engkau salat empat rakaat, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan satu surat." demikian bunyi riwayat dari Ibnu Abbas RA.

Menurut Gus Baha, hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan salat tasbih sebagai sarana memohon ampunan kepada Allah SWT, terutama saat memasuki pergantian tahun Hijriah.

"Awwalu wa akhiru, qadimahu wa haditsahu, sirrahu wa alaniyatahu. Kiai-kiai itu mengajarkan," jelasnya.

Tata Cara Salat Tasbih Menurut Gus Baha

Gus Baha juga menerangkan tata cara pelaksanaan salat tasbih sebagaimana diajarkan para ulama. Salat ini dikerjakan empat rakaat dengan bacaan tasbih pada beberapa gerakan salat.

Bacaan tasbih yang dimaksud adalah:
Subhânallah, wal hamdu lillah, wa lâ ilâha illallah, wallahu akbar.

Adapun tata caranya sebagai berikut:
1. Saat berdiri setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek, bacaan tasbih dibaca sebanyak 15 kali.
2. Ketika rukuk, bacaan tasbih dibaca sebanyak 10 kali.
3. Saat sujud, tasbih dibaca sebanyak 10 kali.
4. Ketika duduk setelah sujud pertama, tasbih kembali dibaca sebanyak 10 kali.
5. Pada sujud kedua, tasbih dibaca sebanyak 10 kali.
6. Setelah bangkit dari sujud kedua sebelum berdiri ke rakaat berikutnya, tasbih dibaca sebanyak 10 kali.

Baca Juga : MBG Kota Malang Dievaluasi, Dewan Temukan Siswa dan Orang Tua Takut Mengadu

Gus Baha menjelaskan bahwa total bacaan tasbih dalam satu rakaat mencapai 75 kali.

Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Muharam

Selain salat tasbih, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh sepanjang bulan Muharam. Dikutip dari NU Online, para ulama telah merangkum sejumlah amalan yang dapat dilakukan selama bulan tersebut.

Berikut 12 amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam:
1. Memperbanyak salat sunnah.
2. Menjalankan puasa sunnah.
3. Menyambung tali silaturahim.
4. Bersedekah kepada sesama.
5. Mandi untuk menjaga kebersihan diri.
6. Memakai celak mata.
7. Berziarah kepada ulama, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
8. Menjenguk orang sakit.
9. Menambah nafkah untuk keluarga.
10. Memotong kuku.
11. Mengusap kepala anak yatim sebagai bentuk kasih sayang.
12. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.

Bagi sebagian masyarakat Muslim di Indonesia, malam 1 Muharam juga bertepatan dengan malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa. Momentum tersebut sering dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, serta melakukan muhasabah diri sebagai bekal memasuki tahun yang baru.

Terlepas dari berbagai tradisi yang berkembang di masyarakat, memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap menjadi inti dari pergantian Tahun Baru Islam. Salat tasbih yang disampaikan Gus Baha dapat menjadi salah satu amalan yang dikerjakan sebagai ikhtiar memohon ampunan dan keberkahan di awal tahun Hijriah. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik

Agama Malam 1 Muharam Tahun Baru Islam doa amalan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy