JATIMTIMES - Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya menyembelih 14 ekor sapi kurban, kegiatan yang digelar di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian juga membawa pesan yang dekat dengan kehidupan warga: kurban yang bersih, sehat, dan tidak bikin lingkungan kotor.
Sapi kurban yang dipotong diantaranya dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan bobot sekitar 1,1 ton, Plh Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, ditambah dari Fraksi PDIP DPRD Surabaya.
Baca Juga : Daun Jati Jadi Alternatif Wadah Daging Kurban Saat Harga Kantong Plastik Melambung
Di tengah masih banyaknya tradisi mencuci daging dan membuang limbah sembarangan saat Iduladha, langkah memotong hewan kurban di RPH justru memiliki nilai plus. Selain lebih higienis, prosesnya dinilai praktis dan aman karena seluruh hewan telah diperiksa dokter hewan serta disembelih juru sembelih halal bersertifikat.
Plh Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan, kebiasaan membuang limbah kurban ke sungai maupun saluran air seharusnya mulai ditinggalkan.
“Kalau dibiasakan mencuci daging di sungai atau limbahnya masuk gorong-gorong, itu bisa mengganggu lingkungan. Di RPH ini praktis, aman, higienis, dan tidak merepotkan panitia,” kata Cak Ji yang juga ketua di DPC PDIP Surabaya ini, Rabu (27/5).
Suasana makin cair saat Cak Ji bercanda soal penggunaan besek bambu untuk pembagian daging kurban. “Besek, bukan kresek,” celetuk nya yang langsung disambut tawa.
Tak hanya soal lingkungan, momen kurban ini juga memperlihatkan suasana kebersamaan yang terasa hangat. Daging kurban dibagikan kepada warga, pengurus partai, masjid, musala, pondok pesantren hingga panti asuhan di berbagai wilayah Surabaya.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPD PDIP Jawa Timur Didik Prasetiyono menyebut total ada 468 ekor sapi kurban yang disalurkan PDIP Jatim tahun ini ke berbagai daerah.
Menurutnya, kurban bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga : Promo Granit INFINITI di Graha Bangunan Blitar, Konsumen Bisa Dapat Kaos Eksklusif
“Pesan Bu Mega sederhana, selalu hadir bersama rakyat. Ini bentuk kehadiran PDI Perjuangan bersama rakyat,” ujar Didik.
Salah satu cerita yang mencuri perhatian datang dari Ketua PAC PDIP Semampir, Umar Sumadiyo. Ia mengaku para pengurus hingga anak ranting sudah sejak pagi menunggu kabar pembagian daging.
“Anak-anak itu dari tadi telepon terus, ‘Pak jam berapa dagingnya datang?’ Mereka senang sekali karena setiap tahun kebagian,” ujarnya sambil tersenyum.
Namun yang membuat suasana makin akrab adalah pengakuan polos Umar soal dirinya yang justru tidak terlalu doyan makan daging.
“Kalau saya sebenarnya enggak terlalu suka makan daging karena darah tinggi. Tapi nerimanya tetap senang sekali,” katanya yang langsung mengundang gelak tawa.
