Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

10 Hari Pertama Dzulhijjah Disebut Waktu Terbaik Setahun, Buya Yahya Anjurkan Amalan Ini

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - May - 2026, 10:42

Placeholder
Pendakwah Indonesia Buya Yahya. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Memasuki awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah. Pendakwah Buya Yahya menyebut 10 hari pertama Dzulhijjah menjadi salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak amalan, bahkan disebut lebih istimewa dibanding hari-hari biasa dalam setahun.

Dilansir dari akun Instagram resminya, Buya Yahya mengajak umat Islam memanfaatkan awal Dzulhijjah sebagaimana semangat menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan.

Baca Juga : Sidang Isbat Putuskan Idul Adha 2026 Serentak 27 Mei, Cek Jadwal Liburnya 

 

“Kalau Anda semangat menghidupkan sepuluh akhir bulan Ramadan dan iktikaf di tempat ini (masjid), seharusnya kita harus membuat juga kumpul di sini sepuluh hari, sepuluh awal Dzulhijjah,” ujar Buya Yahya.

Ia mengatakan, kerinduan beribadah di akhir Ramadan seharusnya juga hadir saat memasuki awal Dzulhijjah. Menurutnya, siang maupun malam di bulan ini menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak amal saleh.

“Kalau memang Anda rindu berbuat baik di hari-hari itu, di bulan Ramadan, akhir Ramadan, Anda harus lebih rindu untuk menghidupkan malam-malam ini atau siangnya (bulan Dzulhijjah),” lanjutnya.

Buya Yahya kemudian mengingatkan agar umat Islam memperbanyak sedekah, puasa sunnah, hingga berbagai bentuk kebaikan lain selama 10 hari pertama Dzulhijjah.

“Siang dengan bersedekah, siang dengan berpuasa, siang dengan melakukan kebaikan. Di malam juga, di sepuluh awal Dzulhijjah ini,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Buya Yahya juga mengutip anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak zikir selama awal Dzulhijjah.

   مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
 
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya. (HR Ahmad)

Menurutnya, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir pada hari-hari tersebut. “Memperbanyak tasbih, tahlil, dan tahmid. Memperbanyak baca Subhanallah, walhamdulillah, walailah, Allah Akbar,” ujarnya.

Baca Juga : Hasil Pengamatan Hilal Awal Zulhijah 1447 Hijriah: Tak Terlihat di Kabupaten Malang 

 

Ia menjelaskan, seluruh amal baik yang dilakukan pada awal Dzulhijjah akan mendapatkan keutamaan berlipat ganda. “Yang juga amal-amal yang lainnya, yang biasa kita lakukan dari kebaikan-kebaikan, maka di bulan ini, di hari-hari ini, akan dilipatkan, akan lebih lagi, lebih lagi. Sedekah, perbanyaklah sedekah,” katanya.

Selain ibadah umum seperti puasa dan sedekah, Buya Yahya juga menyinggung adanya amalan khusus yang hanya ada di bulan Dzulhijjah, yakni ibadah kurban dan haji.

“Termasuk di antaranya amalan, ada amalan yang spesial dan adanya hanya di bulan Dhul Hijjah. Yang tidak ada di tempat lain,” ujarnya.

“Kalau puasa masih ada di tempat lain. Kemudian bersedekah bisa di tempat lain. Tapi ada satu amalan yang tidak ada, kecuali hanya di bulan Dhul Hijjah. Yaitu menyembelah korban. Dan melaksanakan ibadah haji,” lanjutnya.

Di akhir tausiyahnya, Buya Yahya turut mendoakan umat Islam yang telah maupun belum menunaikan ibadah haji. “Semoga semuanya yang sudah haji, bisa haji lagi. Yang belum pernah naik haji, semoga dimudahkan oleh Allah untuk bisa naik haji,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan demi gengsi atau pamer. “Karena Allah. Sebab sekarang ada haji jor-joran, bukan karena Allah. Ada umrah jor-joran. Tapi kita ingin semuanya karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” pungkas Buya Yahya. 


Topik

Agama Dzulhijjah bulan dzulhijjah keutamaan dzulhijjah puasa dzulhijjah bukan yahya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni