Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata Melawat ke Thailand (2)

Menelusuri Jejak Waktu di Talat Noi, Sisi Otentik Bangkok di Tepian Chao Phraya

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Yunan Helmy

09 - May - 2026, 15:00

Placeholder
Salah satu sudut Kampung Tamat Noi.

JATIMTIMES – Memasuki hari kedua perjalanan di Thailand, langkah kaki membawa saya menjauh dari gemerlap mal modern menuju sebuah permukiman tua yang seolah menolak tunduk pada waktu. Talat Noi, sebuah kawasan bersejarah di tepian Sungai Chao Phraya, menjadi destinasi yang membuktikan bahwa sisi paling menawan dari Bangkok justru tersembunyi di balik gang-gang sempitnya yang bersahaja.

Kunjungan pertama ke Talat Noi ini terasa seperti memasuki mesin waktu. Sebagai salah satu lingkungan tertua yang didiami komunitas Tionghoa sejak awal periode Rattanakosin, kawasan ini berhasil mempertahankan karakter aslinya tanpa polesan yang berlebihan.

Baca Juga : Perjalanan Nyaris Kandas karena Gejolak Energi Dunia, Suhu Sentuh 39 Derajat Celcius

Salah satu daya tarik yang membuat Talat Noi terasa sangat hidup adalah deretan foto hasil karya fotografer global yang terpajang artistik di dinding-dinding gang. Foto-foto ini bukan sekadar hiasan. Mereka adalah dokumen visual yang mengabadikan sejarah, guratan wajah warga senior, hingga denyut aktivitas harian yang telah berlangsung lintas generasi. Keberadaan karya fotografi kelas dunia ini memberikan dimensi emosional yang kuat bagi setiap pelancong yang melintas.

Saat menyusuri labirin gang yang sempit dan berkelok, suasana terasa sangat dinamis. Beberapa kali saya harus menepi untuk berpapasan dengan rombongan turis yang bersepeda. Mereka tampak antusias mengayuh sepeda menyusuri celah-celah bangunan tua, memberikan pemandangan kontras antara aktivitas wisata modern dengan latar belakang bengkel "Sieng Kong" yang dipenuhi tumpukan suku cadang mobil tua yang menghitam dan artistik.

Di balik pintu-pintu kayu tua, berdiri bangunan dengan arsitektur unik yang sulit ditemukan di sudut Bangkok lainnya. Di tengah pemukiman padat ini, terdapat satu "harta karun" yang kini menjadi buah bibir turis mancanegara: sebuah warung tersembunyi 32bar_x yang menyajikan spesialisasi minuman cokelat⁴ premium.

Tempat ini tidak menjual kemewahan interior, melainkan kualitas rasa yang jujur. Meski lokasinya tersembunyi di kedalaman gang, kedai ini tak pernah sepi pengunjung. Harga yang ditawarkan pun mencerminkan kualitasnya; satu cangkir cokelat pekat dibanderol mulai dari 150 Baht (sekitar Rp65.000). Bagi penikmat kuliner, harga tersebut adalah tiket untuk merasakan sensasi cokelat terbaik di tengah ketenangan kampung tua.

Menelusuri sudut-sudut Talat Noi seketika membawa ingatan saya kembali ke tanah air, tepatnya ke kawasan Kayutangan Heritage  di Malang. Keduanya memiliki benang merah yang sama: sebuah kampung di jantung kota yang mencoba merawat memori masa lalu melalui bangunan bersejarahnya.

Baca Juga : Perjalanan Nyaris Kandas karena Gejolak Energi Dunia, Suhu Sentuh 39 Derajat Celcius

Namun, Talat Noi menawarkan impresi yang berbeda. Jika Kayutangan kini mulai banyak bersolek dengan polesan modern, Talat Noi terasa jauh lebih asli dan original. Di sini, orisinalitasnya tidak dipaksakan; karatan pada besi bengkel, lumut di tembok tua, hingga keseharian warga yang berjalan apa adanya tanpa "didandani" untuk turis, justru menjadi daya tarik utama yang membuatnya terasa sangat jujur sebagai destinasi sejarah.

Perjalanan hari kedua ini ditutup dengan sempurna di tepi Chao Phraya, menyaksikan kapal-kapal tongkang melintas pelan di bawah semburat senja. Talat Noi bukan sekadar destinasi wisata; ia adalah fragmen sejarah yang masih bernapas,kasar, jujur, namun sangat menawan bagi mereka yang menghargai sebuah keaslian.


Topik

Wisata Talat Noi melawat ke Thailand Thaillamd



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Yunan Helmy