Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi 4 Kali hingga Siang Ini, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

08 - Apr - 2026, 14:30

Placeholder
Erupsi G. Semeru pada hari Rabu (8/4/2026) dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). (Foto: laman resmi ESDM)

JATIMTIMES - Aktivitas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan pada Rabu (8/4/2026). Hingga siang hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat empat kali mengalami erupsi, dengan tinggi kolom letusan tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Sebelumnya, sehari sebelum erupsi beruntun ini, aktivitas awan panas Semeru sempat terpantau menurun.
Melalui unggahan media sosial akun @lumajangsatu, Selasa (7/4/2026), dilaporkan awan panas berhenti di radius sekitar 4,5 kilometer dari puncak.

Baca Juga : Update Cuaca Ekstrem di Malang: Belasan Pohon Tumbang, Tutup Akses Jalan di Poncokusumo

"Alhamdulillah, aktivitas Gunung Semeru kembali mereda. Awan panas terpantau sudah berhenti di jarak +4,5 km, berdasarkan pemantauan dari Desa Oro-Oro Ombo. Semoga kondisi tetap aman dan masyarakat selalu dalam lindungan-Nya," tulis @lumajangsatu pada Selasa (6/4/2026) sore.

Namun, kondisi kembali berubah pada Rabu pagi. Berdasarkan laporan resmi petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dari MAGMA ESDM, Sigit Rian Alfian, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.30 WIB.

Kolom abu terpantau membumbung setinggi sekitar 700 meter di atas puncak, dengan arah sebaran ke barat.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 08 April 2026, pukul 05:30 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 148 detik.” demikian laporan Sigit, dikutip laman resmi MAGMA ESDM.

Tak lama berselang, Semeru kembali erupsi pada pukul 07.04 WIB. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu menjadi yang paling besar hingga siang hari, yakni mencapai 1.000 meter di atas puncak. Arah abu vulkanik terpantau bergerak ke barat daya.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 08 April 2026, pukul 07:04 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.” imbuh laporannya.

Aktivitas vulkanik belum mereda.
Erupsi ketiga tercatat terjadi pada pukul 11.04 WIB. Pada letusan ini, visual kolom erupsi tidak teramati secara jelas, namun getaran tetap terekam di seismograf.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 08 April 2026, pukul 11:04 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.” jelas Sigit.

Kemudian, erupsi keempat kembali terjadi pukul 11.21 WIB. Visual letusan juga tidak terpantau, namun aktivitas seismik tetap menunjukkan adanya erupsi.

Baca Juga : Sejumlah Rumah Warga di Kepanjen Rusak Diamuk Angin Kencang, Saluran Pipa PDAM Turut Terdampak

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 08 April 2026, pukul 11:21 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 104 detik.” imbuhnya. 

Seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru, petugas kembali mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk keselamatan masyarakat.

Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak mendekati area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena rawan lontaran material pijar.

Sigit juga mengingatkan potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Di antaranya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Hingga berita ini ditulis, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Belum ada laporan mengenai dampak langsung ke kawasan permukiman warga. Meski begitu, masyarakat di sekitar lereng Semeru diminta tetap siaga dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.


Topik

Peristiwa Semeru gunung Semeru gunung Semeru erupsi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya