Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Trump Ancam Ratakan Iran dalam 4 Jam, Respons Teheran Bikin Dunia Tegang

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Apr - 2026, 12:29

Placeholder
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: X)

JATIMTIMES - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah memanasnya konflik terkait penutupan Selat Hormuz. Trump bahkan menyebut Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk melumpuhkan infrastruktur sipil Iran hanya dalam hitungan empat jam.

Pernyataan itu disampaikan Trump menjelang tenggat yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran minyak dunia tersebut.

Baca Juga : Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Ditutup Hari Ini, Masih Bisa Tunda Pembayaran?

“Seluruh negara itu dapat dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dilansir AFP, Selasa (7/4/2026). 

Trump kemudian menambahkan ancaman itu sebenarnya tidak ingin diwujudkan. “Saya harap saya tidak perlu melakukannya,” kata Trump. 

Tak berhenti di situ, Trump juga menyebut pihaknya sudah menyiapkan skenario serangan terhadap fasilitas vital Iran, mulai dari jembatan hingga pembangkit listrik.

“Kami memiliki rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 tengah malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya penghancuran total - pada pukul 12 tengah malam,” kata Trump, dilansir Al Jazeera, Selasa (7/4/2026). 

Ia menegaskan operasi itu bisa dilakukan sangat cepat. “Dan itu akan terjadi dalam kurun waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi,” sambungnya. 

Untuk diketahui, ancaman Trump berkaitan langsung dengan tuntutannya agar Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas di kawasan tersebut. Penutupan jalur ini membuat pasar energi global bergejolak dan memicu kenaikan harga minyak. 

Trump sebelumnya sempat memberi ultimatum 48 jam kepada Iran. Setelah beberapa kali diperpanjang, batas waktu terbaru jatuh pada Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat. 

Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap tegas dan belum memberi sinyal akan membuka kembali jalur tersebut tanpa syarat.

Baca Juga : Indonesia Peringkat Ke 5 LGBT di Dunia, Ini Penyebabnya?

Pejabat komunikasi kantor Presiden Iran Massoud Pezeshkian, Mehdi Tabatabaei, menyebut Selat Hormuz hanya akan dibuka jika kerugian akibat perang diganti.

“Jika, dalam kerangka tatanan hukum baru, kerusakan akibat perang yang dipaksakan sepenuhnya dikompensasi dari sebagian biaya transit,” tulis Mehdi Tabatabaei. 

Sementara itu, komando angkatan laut Garda Revolusi Iran menegaskan jalur tersebut tidak akan kembali seperti semula, terutama bagi AS dan Israel.

Ancaman Trump untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan sipil Iran juga memicu kritik dari berbagai pihak.

Sejumlah pengamat menilai serangan terhadap infrastruktur sipil bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Namun Trump menepis tudingan tersebut.

“Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir,” kata Trump. 


Topik

Internasional trump iran selat hormuz



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri