JATIMTIMES - Jutaan masyarakat Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 menggunakan kendaraan pribadi. Agar perjalanan tetap aman dan lancar, para pemudik disarankan untuk menyimpan sejumlah nomor telepon darurat jalan tol yang dapat dihubungi jika terjadi kendala di perjalanan.
Berdasarkan data dari Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan, setidaknya 76,24 juta orang diprediksi memilih mudik menggunakan mobil pribadi. Angka tersebut setara dengan sekitar 52,98 persen dari total masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tahun ini.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Sebagian besar pemudik diketahui berasal dari Pulau Jawa. Baketrans mencatat lima provinsi dengan jumlah pemudik terbesar, yakni Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, DKI Jakarta 19,93 juta orang, Jawa Timur 17,2 juta orang, Jawa Tengah 16,57 juta orang, serta Banten 11,17 juta orang.
Sementara itu, daerah tujuan mudik paling banyak juga masih berada di Pulau Jawa. Jawa Tengah menjadi tujuan utama dengan 38,71 juta pemudik, disusul Jawa Timur 27,29 juta orang, Jawa Barat 25,09 juta orang, DI Yogyakarta 8,20 juta orang, dan Sulawesi Selatan 5,36 juta orang.
Baketrans juga memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada H-3 atau Rabu, 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+6 atau Jumat, 27 Maret 2026.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan melintasi jalan tol, penting untuk mengetahui langkah yang harus dilakukan jika terjadi masalah di perjalanan. Apabila kendaraan mengalami kendala di jalan tol, pengemudi disarankan untuk menepi ke bahu jalan sebelah kiri, kemudian menyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi kendaraan lain.
Selain itu, jangan lupa memasang segitiga pengaman sekitar 50 meter di belakang kendaraan untuk memberi tanda kepada pengendara yang melintas. Setelah itu, segera hubungi call center pengelola jalan tol untuk mendapatkan bantuan.
Berikut daftar nomor telepon darurat ruas jalan tol yang bisa disimpan oleh pemudik, seperti dikutip dari Instagram BPJT:
• Jagorawi, Cipularang, Padaleunyi (Ruas Tol Jasa Marga): 133 / 14080
• Bogor Ring Road: 133 / 14080
• Pondok Aren – Serpong: 133 / 14080
• Kunciran – Serpong: 133 / 14080
• Soreang – Pasir Koja: 0222-54416353 / 081214707771
• Ciawi – Sukabumi: 0251-8210000
• Cipali: 0260-7600-600 / 0811 2347 600
• Cileunyi – Sumedang – Dawuan: 0261-214555 / 082119946660
• Cinere – Serpong: 133 / 14080
• Kanci – Pejagan: 0231 863 8809 / 0811 1111 1535
• Pejagan – Pemalang: 0811 2812 812 / 0283 4511000
• Pemalang – Batang: 0821 2431 1915
• Semarang – Batang: 133 / 14080
• Semarang – Solo: 133 / 14080
• Semarang – Demak: 133 / 14080
• Solo – Ngawi: 133 / 14080
• Ngawi – Kertosono: 133 / 14080
• Jombang – Mojokerto: 0321 888 123
• Surabaya – Mojokerto: 133 / 14080
• Surabaya – Gresik: 031 3972600 / 0812380000250
• Krian – Gresik: 0231 7997 3000
• Gempol – Pasuruan: 133 / 14080
• Gempol – Pandaan: 133 / 14080
• Pandaan – Malang: 133 / 14080
• Pasuruan – Probolinggo: 0335 8111 777 / 08113717145
• Probolinggo – Banyuwangi: 133 / 14080
• Waru – Juanda: 031 849 7777
• Jogja – Solo: 133 / 14080
Menyimpan nomor telepon penting tersebut bisa sangat membantu jika sewaktu-waktu terjadi gangguan kendaraan di jalan tol. Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik diharapkan bisa berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.
