Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Idulfitri 2026 Diperkirakan Jatuh 20 Maret di Negara Arab, Ini Penjelasan Ahli Astronomi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Mar - 2026, 16:55

Placeholder
Tulisan Idulfitri. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Perayaan Hari Raya Idulfitri 2026 hingga kini masih menunggu penetapan resmi dari otoritas keagamaan di masing-masing negara. Meski begitu, sejumlah negara Arab diperkirakan akan merayakan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan perhitungan astronomi.

Dilansir dari The National News, prediksi tersebut merujuk pada perhitungan pusat astronomi di Uni Emirat Arab (UEA), yakni Emirates Astronomical Society. Ketua organisasi tersebut, Ibrahim Al Jarwan, menyebutkan bahwa Ramadan tahun ini kemungkinan berlangsung selama 30 hari.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Menurut Al Jarwan, pada malam hari Rabu yang merupakan hari ke-29 Ramadan, peluang terlihatnya hilal atau bulan sabit di sebagian besar wilayah negara Arab sangat kecil. Jika kondisi tersebut benar terjadi, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari sehingga Idulfitri diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.

“Idulfitri dan hari pertama bulan Syawal kemungkinan akan jatuh pada Jumat, 20 Maret,” ujar Al Jarwan seperti dikutip dari The National News.

Meski sudah ada prediksi astronomi, penentuan resmi awal bulan Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal. Di UEA, komite pemantau hilal dijadwalkan melakukan pengamatan pada 18 Maret 2026.

Jika setelah matahari terbenam pada tanggal tersebut hilal berhasil terlihat, maka 19 Maret akan ditetapkan sebagai hari pertama Syawal sekaligus hari raya Idulfitri. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026.

Dalam kalender Islam, satu bulan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan bulan sabit muda setelah fase konjungsi.

Syarat Hilal Bisa Terlihat

Secara ilmiah, ada beberapa kriteria yang biasanya digunakan para astronom untuk memperkirakan kemungkinan terlihatnya hilal, di antaranya:

• Bulan sudah berada di atas ufuk sebelum matahari terbenam

• Jarak sudut bulan dari matahari minimal sekitar 6 derajat

• Usia bulan setelah konjungsi minimal 12 jam

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

• Hilal masih berada di atas cakrawala setidaknya 20 menit setelah matahari terbenam

Kalender Islam sendiri menggunakan sistem lunar atau peredaran bulan yang terdiri dari 12 bulan dengan total 354 hingga 355 hari. Karena sistem ini lebih pendek dari kalender Masehi, maka tanggal-tanggal dalam kalender Hijriah biasanya maju sekitar 10 hari setiap tahun.

Jadwal Libur Lebaran di UEA

Pemerintah Uni Emirat Arab sebelumnya juga telah mengumumkan rencana libur Idulfitri bagi pekerja sektor publik maupun swasta. Libur diperkirakan mulai 19 Maret 2026.

Untuk pegawai sektor publik, masa libur diprediksi berlangsung dari 19 hingga 22 Maret 2026. Sementara itu, pekerja sektor swasta kemungkinan mendapat libur mulai 19 hingga 21 Maret, dengan kemungkinan diperpanjang hingga 22 Maret tergantung pada hasil penetapan resmi Idulfitri.

Meski demikian, tanggal pasti Hari Raya Idulfitri tetap akan diumumkan setelah proses pengamatan hilal dilakukan oleh otoritas terkait di masing-masing negara.


Topik

Serba Serbi Idul Fitri hari idul fitri Idul Fitri 2026 Arab Saudi ahli astronomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni