JATIMTIMES – Keamanan menu berbuka puasa atau takjil menjadi perhatian Pemerintah Kota Batu selama bulan suci Ramadan. Guna memberikan rasa aman bagi konsumen, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan menyisir sejumlah pusat keramaian penjualan takjil.
Terbaru, tim diterjunkan pada 24-25 Februari 2026. Dalam aksi sidak ini, Dinkes mengerahkan tim dari lima puskesmas untuk melakukan pengambilan sampel secara acak. Beberapa titik strategis yang menjadi sasaran pemantauan antara lain kawasan Jalan Samadi, area Pusdik Pendem, hingga pusat kuliner di sekitar Stadion Gelora Brantas yang selalu dipadati warga.
Baca Juga : Stok Aman hingga 10 Bulan, Lonjakan Konsumsi Saat Ramadan Tak Goyahkan Pasokan Beras Kota Malang
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini tidak hanya mengandalkan pantauan visual. Petugas membawa peralatan khusus berupa rapid test kit untuk mendeteksi kandungan kimia berbahaya secara instan di lokasi.
"Kami langsung menguji sampel makanan dan minuman di tempat menggunakan alat uji cepat. Fokus utama kami adalah mendeteksi keberadaan empat zat berbahaya yang dilarang, yakni boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B," ungkap Esty, belum lama ini.
Selain bahan kimia, tim medis juga menaruh perhatian serius pada potensi kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa air yang digunakan serta proses pengolahan makanan oleh para pedagang telah memenuhi standar kebersihan yang layak.
Dikatakannya, sejauh ini, sejumlah sampel makanan yang mencurigakan telah dibawa ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam. Langkah ini diambil guna mendapatkan hasil yang akurat sebelum memberikan vonis terhadap produk yang dijual di pasaran.
Meski pengawasan dilakukan secara ketat, Dinkes menekankan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan pola pembinaan. Petugas tidak serta-merta melakukan penyitaan barang dagangan jika ditemukan indikasi awal pelanggaran, melainkan memberikan edukasi terlebih dahulu.
Baca Juga : Usut Laka Truk Rem Blong di Kota Batu, Polisi Periksa Saksi Ahli Dishub Terkait Kelayakan Armada
Menurut Esty, jika hasil uji laboratorium nantinya mengonfirmasi adanya zat berbahaya, pihak puskesmas dan Dinkes akan melakukan pendampingan kepada pedagang tersebut. Tujuannya agar para pelaku usaha mikro lebih selektif dalam memilih bahan baku dan lebih menjaga higiene sanitasi produksi mereka.
"Harapan kami, melalui pengawasan rutin ini, masyarakat Kota Batu maupun wisatawan yang sedang berkunjung bisa menikmati takjil dengan perasaan tenang, aman, dan nyaman selama menjalankan ibadah puasa," tambah Esty.
Kegiatan ini, sambungnya, diharapkan mampu menekan angka kasus keracunan pangan serta meningkatkan kesadaran para pedagang musiman akan pentingnya kualitas kesehatan produk. Warga juga diimbau untuk tetap teliti saat membeli takjil, dengan memperhatikan warna yang tidak terlalu mencolok serta aroma makanan yang wajar, guna menghindari konsumsi zat kimia berbahaya secara tidak sengaja.
