JATIMTIMES - Ramadan kerap dianggap sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki pola hidup. Namun tanpa disadari, kebiasaan saat berbuka dan sahur justru bisa memberi beban berat pada ginjal. Jika dilakukan terus-menerus selama sebulan penuh, dampaknya bukan hal sepele.
Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, dr Saddam Ismail menegaskan bahwa peningkatan kasus gangguan ginjal setelah Lebaran sering berkaitan dengan pola hidup selama puasa.
Baca Juga : Polisi Berpeci dan Bersorban Saat Demo BEM UI di Mabes Polri Jadi Sorotan, Ini Tuntutannya
“Bulan puasa seharusnya menjadi momen tubuh membuang racun. Tapi banyak orang justru masuk rumah sakit setelah Lebaran. Kasus gagal ginjal sering meningkat dan masalah ini murni berasal dari gaya hidup,” ujarnya, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Berikut beberapa kebiasaan yang menurut dr. Saddam dapat merusak ginjal jika dilakukan terus-menerus selama berpuasa.
1. Berbuka dengan Minuman Manis
Minuman manis memang terasa menyegarkan setelah seharian menahan haus. Namun dr Saddam mengingatkan bahwa gula cair cepat sekali terserap tubuh.
“Kadar gula darah bisa melonjak drastis dalam hitungan menit. Ginjal harus bekerja keras menyaring darah yang kental akibat gula,” jelasnya.
Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, pembuluh darah kecil di ginjal bisa mengalami kerusakan perlahan. Risiko diabetes pun meningkat, sementara penyakit tersebut menjadi penyebab utama gagal ginjal.
Karena itu, ia menyarankan agar air putih menjadi pilihan pertama saat berbuka.
2. Terlalu Banyak Makanan Asin dan Gorengan
Gorengan dan makanan tinggi garam memang sulit dihindari saat Ramadan. Namun kandungan natrium yang tinggi bisa menaikkan tekanan darah.
“Garam mengikat air di dalam tubuh. Volume darah meningkat dan tekanan darah bisa naik tajam,” kata dr Saddam.
Jika tekanan darah terus tinggi, pembuluh darah ginjal dapat rusak secara permanen. Hipertensi sendiri dikenal sebagai salah satu penyebab terbesar gangguan ginjal.
Sebagai alternatif, ia menganjurkan berbuka dengan kurma dan air putih agar tubuh tetap mendapat asupan yang lebih seimbang.
3. Minum Kopi atau Teh Saat Sahur
Banyak orang mengandalkan kopi atau teh saat sahur agar tidak mengantuk di siang hari. Namun kebiasaan ini bisa memicu dehidrasi.
“Kafein memiliki efek diuretik yang memaksa ginjal membuang cairan lebih cepat,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Terima Sembako dari Yayasan Bhakti Persatuan, Diprioritaskan untuk Warga Prasejahtera
Akibatnya, cadangan cairan tubuh yang seharusnya bertahan sepanjang puasa justru berkurang sejak pagi.
4. Minum Banyak Sekaligus Menjelang Imsak
Sebagian orang minum beberapa gelas air sekaligus sebelum imsak dengan harapan tidak mudah haus. Padahal, cara ini tidak efektif.
“Tubuh tidak bisa menyerap air dalam jumlah besar secara mendadak. Ginjal justru akan langsung membuang kelebihan cairan tersebut,” jelas dr Saddam.
Ia menyarankan pola minum bertahap, seperti metode 2-4-2, agar kebutuhan cairan terpenuhi secara stabil.
5. Sembarangan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Penggunaan obat pereda nyeri tanpa resep dokter juga berbahaya, terutama saat tubuh kekurangan cairan.
“Obat pereda nyeri dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal. Ini sangat fatal saat tubuh sedang kekurangan cairan,” tegasnya. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu kerusakan ginjal akut.
Dokter Saddam juga mengingatkan bahwa gangguan ginjal sering tidak menimbulkan tanda di tahap awal.
"Ginjal adalah organ vital tanpa sistem peringatan dini. Kamu baru merasakan gejala saat ginjal sudah rusak parah,” pungkasnya.
Karena itu, penting untuk lebih bijak selama Ramadan, caranya bisa dengan membatasi minuman manis, kurangi makanan asin, atur pola minum air putih, serta hindari konsumsi obat tanpa pengawasan medis. Dengan kebiasaan yang lebih sehat, puasa justru bisa menjadi momentum menjaga, bukan merusak, kesehatan ginjal.
