Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bupati Gatut Sunu Wibowo Terima Penetapan WBTB Jaranan Senterewe sebagai Kesenian Asli Tulungagung

Penulis : Anang Basso - Editor : Yunan Helmy

23 - Feb - 2026, 11:25

Placeholder
Penyerahan penetapan oleh Gubernur Jatim ke Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. / Foto : Prokopim for Tulungagung Times

JATIMTIMES - Kabupaten Tulungagung kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung budaya nasional. Kesenian khas Jaranan Senterewe secara resmi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia.

​Penghargaan prestisius ini diterima langsung oleh Bupati Tulungagung H Gatut Sunu Wibowo SE ME dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara apresiasi di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Minggu (22/2/2026) kemarin. 

Baca Juga : Bupati Sanusi Ajak Mahasiswa Bersinergi dengan PGRI untuk Perjuangkan Nasib Guru Honorer Kabupaten Malang

​Sebagai simbol jeberanian sejak 1958, Jaranan Senterewe bukan sekadar tarian tradisional biasa. Namun, merupakan perpaduan harmonis antara gerak tari yang energetik, dentuman musik gamelan yang khas, serta simbolisme mendalam mengenai keberanian dan persatuan masyarakat.

Setelah menerima penetapan, Gatut Sunu mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif dalam menjaga akar budaya lokal.

​”Ini adalah hari bersejarah bagi kami. Jaranan Senterewe bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan manifestasi semangat, keberanian, dan harmoni masyarakat Tulungagung. Tugas kita sekarang adalah memastikan warisan ini tetap hidup di tangan generasi mendatang,” kata Bupati Gatut Sunu seraya menambahkan bahwa ​penetapan ini memiliki dampak luas bagi pembangunan daerah. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Evy Afianasari menekankan dua poin krusial dari status WBTB ini yakni, untuk penguatan identitas, guna mengukuhkan jati diri lokal agar tidak lekang oleh arus modernisasi, serta sebagai aset pariwisata, guna membuka peluang pengembangan wisata berbasis budaya (cultural tourism) yang dapat meningkatkan ekonomi kreatif di Tulungagung.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Disbudpar Tulungagung Muhammad Ardian Candra menyatakan kesiapannya untuk menggencarkan program regenerasi bagi para pelaku seni muda.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadan 1447 H, Mbak Wali Tinjau GPM Kelurahan Betet dan Imbau Warga Tak Panic Buying

Menurut dia, pengakuan nasional ini menyejajarkan Jaranan Senterewe dengan berbagai mahakarya budaya lain di Indonesia.

“Momentum ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat, khususnya generasi Z dan Milenial di Tulungagung, untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelestari yang bangga akan identitas aslinya,” ucap Candra.

“​Dengan status WBTB, Jaranan Senterewe kini memiliki payung hukum dan pengakuan formal yang memperkuat posisinya sebagai kekuatan pemersatu bangsa dan kebanggaan dari Bumi Gayatri Tulungagung,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Tulungagung penghargaan budaya Jaranan Senterewe Pemkab Tulungagung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy