JATIMTIMES - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mengakibatkan sejumlah rumah tergenang banjir hingga mengalami kerusakan.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, terdapat 10 Kepala Keluarga (KK), 38 jiwa, serta empat balita yang dilaporkan turut terdampak banjir hingga rumah rusak akibat diterjang angin kencang pada peristiwa yang terjadi Kamis (5/2/2026) tersebut.
Baca Juga : Update Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI Kabupaten Malang: Kejari Periksa 84 Saksi
Update penanganan bencana yang terjadi di Kecamatan Pakis tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto, dalam keterangannya yang dimuat JatimTIMES, Jumat (6/2/2026) malam. "Tiga rumah warga tergenang banjir luapan," tuturnya.
Data BPBD Kabupaten Malang mengungkapkan, tiga rumah warga yang terdampak luapan genangan banjir tersebut terjadi di kediaman Suyanto, Ahmad Fadila, dan Tarmin. Yakni yang dihuni oleh tiga KK, 10 orang jiwa, serta satu balita.
"Banjir genangan telah berangsur surut. Namun petugas hingga kemarin (Kamis, 5/2/2026) malam masih bertahan di lokasi untuk melaksanakan pemantauan lanjutan karena saat itu cuaca terpantau hujan ringan," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Pakis dan sekitarnya terjadi sejak Kamis (5/2/2026) sore. Kondisi cuaca ekstrem itulah yang diduga menjadi pemicu banjir genangan hingga angin kencang yang merusak sejumlah rumah warga di Desa Mangliawan.
Sementara itu, untuk dampak angin kencang mengakibatkan tujuh rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap. Yakni yang tersebar di tiga RT pada dua RW.
Baca Juga : Sah! Wali Kota Nurochman Lantik Eko Suhartono Jadi Pj Sekda Kota Batu
Sedangkan total warga yang terdampak angin kencang tersebut sejumlah 28 jiwa serta tiga balita dari total tujuh KK. Di mana, satu KK di antaranya sempat memilih mengungsi ke kediaman kerabatnya.
"Bencana banjir dan angin kencang tersebut tidak sampai mengakibatkan adanya korban jiwa. Apabila terdapat perkembangan informasi akan disampaikan pada update berikutnya," pungkas Purwoto.
