JATIMTIMES - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan evaluasi pelaksanaan Program SMK Pusat Keunggulan (PK) Tahun 2023. Salah satu sekolah yakni.SMK 1 Rejotangan, Tulungagung, menjadi peserta program Pusat Keunggulan itu.
Hal ini, menurut Hanafi Masrur, kepala SMKN 1 Rejotangan, merupakan perwujudan pengembangan SDM vokasi sesuai dengan visi Presiden Jokowi.
Baca Juga : Gibran Jadi Cawapres Pertama yang Paparkan Visi Misi di Debat Nanti Malam
Hanafi mengatakan, pihaknya yang mendapat undangan khusus ini karena terkait beberapa prestasi yang sudah banyak diperoleh ketika ia menjadi kepala sekolah.
"Program SMK PK ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas SMK di Indonesia," kata Hanafi, Sabtu (23/12/2023).
Menurut dia, keterangan yang disampaikan merupakan hasil keterangan yang ia dapatkan dari koordinator Pokja Transformasi SMK PK.
Kegiatan di Makassar ini digelar selama dua hari, yakni 14-16 Desember 2023 di Novotel Grand Shayla Jalan Chairil Anwar 28, Sawerigading, Ujung Pandang.
Selain SMKN 1 Rejotangan, ada 20 peserta SMK PK di Makassar serta lima peserta lain dari Jawa Timur.. Lima sekolah asal Jatim adalah SMKN 1 Malang Kota, SMKS Muhammadiyah 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan, SMKN 1 Nawangan Kabupaten Pacitan dan SMKN Purwosari Kabupaten Bojonegoro.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi progres pengembangan SMK PK, mempercepat pembangunan sarana dan prasarana, serta memberikan pendampingan dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul, pada lembaga pendidikan didalamnya," ungkapnya.
Baca Juga : RK Yakin Gibran Siap Ikuti Debat Cawapres: Teori Sudah Saya Sampaikan
Menurut Hanafi, kegiatan itu bertujuan mengevaluasi progres pengembangan SMK PK dalam mempercepat pembangunan sarana dan prasarana serta memberikan pendampingan dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul.
Pelaksanaan program SMK PK 2023-2024 ini tetap mengutamakan protokol kesehatan. Sedangkan pembiayaan kegiatan ini ditanggung sepenuhnya oleh DIPA Direktorat SMK Tahun Anggaran 2023 dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Diharapkan output dari kegiatan itu adalah SMK dapat memenuhi kelengkapan administrasi pelaporan dan mempercepat penyelesaian termin kedua,” tutupnya.
