JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya untuk mengenalkan potensi Batik Garudeya ke kancah nasional. Sebelumnya, Pemkab Malang melalui Perumda Jasa Yasa juga telah menyelenggarakan Pemilihan Putri Garudeya pada Minggu (12/11/2023).
Ajang Pemilihan Putri Garudeya yang juga merupakan serangkaian acara peringatan HUT Kabupaten Malang ke-1263 tersebut, ditujukan dalam rangka mengangkat potensi Batik Garudeya. Terbaru, Putri Garudeya juga tampil dalam ajang Malam Anugerah Putri Garudeya sekaligus konser Padi Reborn di NK Cafe pada Minggu (19/11/2023).
Baca Juga : Pertama di Dunia, Kota Batu Punya Wisata Drive Thru Park
Sementara itu, pada Sabtu (25/11/2023) potensi Batik Garudeya kembali diangkat pada penyelenggaraan Kanjuruhan Culture Carnival (KCC) yang berlangsung di Jalan Ir. Soekarno, Jalibar, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
"Hari ini kita gebyarkan promosi Batik Garudeya sebagai batik nasional Kabupaten Malang dalam event Kanjuruhan Culture Carnival yang pertama kali diselenggarakan," ucap Bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui awak media di sela agenda KCC, Sabtu (25/11/2023).
Dari pantauan media online ini, salah satu peserta KCC yang menampilkan sejarah Batik Garudeya adalah perwakilan dari Kecamatan Tumpang. Dalam durasi sekitar 5 menit, para peserta kesenian tari terlihat begitu elegan saat mengenakan batik dengan ikon seorang pria yang mengenakan kostum Garuda.
Penampilan tersebut sontak menuai pujian dari penonton tanpa terkecuali tamu kehormatan yang diantaranya adalah Bupati Malang. "Kalau Garudeya itu ada di Candi Kidal Tumpang yang merupakan cikal bakalnya lambang negara Indonesia, yaitu garuda," terang Sanusi.
Sementara itu, terkait penyelenggaraan event KCC, diterangkan Sanusi, Pemkab Malang berencana untuk menjadikan event tersebut sebagai event nasional yang rutin diselenggarakan di setiap tahun. Tujuannya adalah mengangkat segala potensi pada 33 kecamatan yang menjadi ciri khas di Kabupaten Malang.
"Ini (KCC ditujukan) untuk menampilkan semua potensi kebudayaan dan kesenian di Kabupaten Malang," ujar Sanusi.
Baca Juga : Inilah 7 Keunggulan Samsung Galaxy Tab A9, Tablet Mungil yang Multitasking
Dalam ajang perdana tersebut, seluruh kecamatan dan didampingi oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Malang, menampilkan beragam potensi yang ada di 33 kecamatan. Mereka menampilkan beragam pertunjukan dengan beragam cerita dan tema melalui peragaan kostum, drama kolosal, hingga seni tari.
Sedangkan tema yang diangkat juga beragam. Yakni mulai dari tema perjuangan kemerdekaan hingga legenda yang ada di daerahnya masing-masing. Namun secara umum, penampilan yang disuguhkan sesuai dengan tema KCC yakni Garudeya Bangkitkan Budaya dan Ekonomi Kreatif Menuju Malang Makmur.
"Tadi penampilannya (para peserta) sudah mencerminkan ciri khas budaya Kabupaten Malang, seperti salah satunya tentang Garudeya," ujarnya.
Kedepannya, Sanusi berencana untuk menjadikan salah satu event dalam serangkaian HUT Kabupaten Malang tersebut sebagai agenda wisata nasional. "Iya, dijadikan agenda event wisata nasional dalam KEN (Kharisma Event Nusantara)," pungkasnya.
