BLITARTIMES- Beragam cara dilakukan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa bertahan di masa pandemi Covid-19. Diantaranya dengan mensiasati tingginya harga cabai sebagai salah satu bahan dasar. Hal ini karena harga cabai meroket sejak akhir tahun 2020 lalu.
Kenaikan harga cabai juga dirasakan oleh pelaku UMKM di Blitar. Ya, sebagai komoditas utama naiknya harga cabai menjadi persoalan bagi masyarakat tak terkecuali pelaku UMKM yang memproduksi sambal pecel.
Baca Juga : Berdayakan 425 Ribu Pelaku Usaha Mikro, Penanam Modal di Kabupaten Malang Wajib Gandeng UMKM
Siti Mukayanah, salah satu pelaku UMKM yang memproduksi sambel pecel mengungkapkan, kenaikan harga cabai yang saat ini berimbas pada produksi sambel pecel miliknya.
“Kami harus memutar otak karena jelas karena jika kami naikkan harga sambelnya atau kami ubah komposisinya dengan mengurangi cita rasa pedasnya pasti penjualan turun," kata Siti Mukayanah, Selasa (12/1/2021).
Dikatakanya, beragam siasat dilakukan oleh wanita yang akrab disapa Siti. Agar tidak kehilangan pelanggan dirinya memilih untuk bertahan sementara dengan situasi yang ada.
“Dalam kondisi seperti ini kami memilih untuk bertahan. Langkah yang kami ambil adalah dengan membeli cabai seadanya yang penting bisa digunakan untuk produksi lagi setiap harinya. Yang penting produksi lancar dan distribusi lancar,” jlentrehnya.
Lebih dalam Siti menyampaikan, dalam memproduksi sambel pecel setiap harinya dirinya membutuhkan sepuluh hingga lima belas kilogram cabai. Cabai yang ia gunakan biasa dibeli dari pasar dan sesekali langsung dibeli dari petani.
Baca Juga : Puluhan Ribu Ton Penjualan Gula di Kabupaten Malang Macet, Diduga Karena Kebijakan Impor
Siti dan pelaku UMKM sambal pecel lainya berharap pemerintah turun tangan untuk mengambil langkah solusi agar harga cabai dapat kembali pulih. Sehingga pelaku usaha kecil tetap bisa menjalankan usahanya.
“Kami sangat berharap harga cabai bisa segera turun. Harga pangan yang murah sangat dibutuhkan karena sekarang ini situasi kan masih pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat masih lesu,” pungkasnya.
"Ya harapan kami harganya turun agar kami bisa bertahan. Apalagi sekarang kan juga masih musim pandemi Corona dimana ekonomi juga serang turun," pungkasnya.
