Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Siasati Tingginya Harga Cabai, Ini yang Dilakukan Pelaku Usaha Sambel Pecel di Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - Jan - 2021, 23:19

Placeholder
Ilustrasi sambel pecel

BLITARTIMES- Beragam cara dilakukan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa bertahan di masa pandemi Covid-19. Diantaranya dengan mensiasati tingginya harga cabai sebagai salah satu bahan dasar. Hal ini karena harga cabai meroket sejak akhir tahun 2020 lalu. 

Kenaikan harga cabai juga dirasakan oleh pelaku UMKM di Blitar. Ya, sebagai komoditas utama naiknya harga cabai menjadi persoalan bagi masyarakat tak terkecuali pelaku UMKM yang memproduksi sambal pecel. 

Baca Juga : Berdayakan 425 Ribu Pelaku Usaha Mikro, Penanam Modal di Kabupaten Malang Wajib Gandeng UMKM

Siti Mukayanah, salah satu pelaku UMKM yang memproduksi sambel pecel mengungkapkan, kenaikan harga cabai yang saat ini berimbas pada  produksi sambel pecel miliknya.

“Kami harus memutar otak karena jelas karena jika kami naikkan harga sambelnya atau kami ubah komposisinya dengan mengurangi cita rasa pedasnya pasti penjualan turun," kata Siti Mukayanah, Selasa (12/1/2021).

Dikatakanya, beragam siasat dilakukan oleh wanita yang akrab disapa Siti. Agar tidak kehilangan pelanggan dirinya memilih untuk bertahan sementara dengan situasi yang ada.

“Dalam kondisi seperti ini kami memilih untuk bertahan. Langkah yang kami ambil adalah dengan membeli cabai seadanya yang penting bisa digunakan untuk produksi lagi setiap harinya. Yang penting produksi lancar dan distribusi lancar,” jlentrehnya. 

Lebih dalam Siti menyampaikan, dalam memproduksi sambel pecel setiap harinya dirinya membutuhkan sepuluh hingga lima belas kilogram cabai.  Cabai yang ia gunakan biasa dibeli dari pasar dan sesekali langsung dibeli dari petani.

Baca Juga : Puluhan Ribu Ton Penjualan Gula di Kabupaten Malang Macet, Diduga Karena Kebijakan Impor

Siti dan pelaku UMKM sambal pecel lainya berharap pemerintah turun tangan untuk mengambil langkah solusi agar harga cabai dapat kembali pulih. Sehingga pelaku usaha kecil  tetap bisa menjalankan usahanya.

“Kami sangat berharap harga cabai bisa segera turun. Harga pangan yang murah sangat dibutuhkan karena sekarang ini situasi kan masih pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat masih lesu,” pungkasnya. 

"Ya harapan kami harganya turun agar kami bisa bertahan. Apalagi sekarang kan juga masih musim pandemi Corona dimana ekonomi juga serang turun," pungkasnya.


Topik

Ekonomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni