Penyebaran covid-19 di Kabupaten Tulungagung bisa dibilang terkendali. Buktinya, dari 19 kecamatan yang ada, hanya 2 yang masih menjadi zona oranye persebaran covid-19, dan lebih didominasi zona kuning dan hijau penyebaran covid-19.
Meski begitu, masyarakat Tulungagung tak boleh lengah dengan kondisi ini. Pasalnya Tulungagung masih bertetangga dengan Kabupaten Blitar yang menjadi zona oranye penyebaran covid-19.
Baca Juga : Update Covid-19 Kabupaten Malang, Hari Ini Bertambah 7 Pasien Positif
Juru bicara Gugus Tuhas Percepatan Penanganan covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat menuturkan, Tulungagung bisa menjadi zona hijau penyebaran covid-19 jika selama 2 minggu berturut-turut tidak terjadi kasus baru covid-19.
“Jawa Timur secara umum tidak ada zona merah, namun kita masih bertetangga dengan Blitar yang masih zona oranye,” kata Kasil.
Kebanyakan kasus positif covid-19 di Tulungagung saat ini didominasi oleh PPDT (Pelaku Perjalanan Daerah Transmisi) atau warga yang bepergian ke Tulungagung.
Zona kuning peyebaran covid-19 bermakna ratio penularannya kurang lebih di atas 1 atau di bawah satu, atau secara awam berarti 1 orang penderita covid-19 hanya menularkan ke 1 orang saja.
Jika Tulungagung menjadi zona hijau penularan covid-19, maka dipastikan pihaknya akan mengevaluasi kebijakan pembatasan selama ini, seperti mencabut jam malam atau mengizinkan tempat hiburan untuk beroperasi.
Namun meski dilakukan evaluasi, tak serta merta masyarakat bebas melakukan aktivitasnya. Masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Tetapi melihat sekeliling kabupaten kita, kalau sekeliling kita ada yang merah, akan berdampak ke kita. Tapi kalau sekeliling kita kuning atau hijau justru akan mempermudah kita, kita tidak bisa berjuang sendiri karena mobilitas itu,” katanya.
Kasus covid-19 berkaitan erat dengan ekonomi. Semakin tinggi kasus covid-19, maka ekonomi suatu wilayah juga akan terimbas secara negatif.
Baca Juga : Sosialisasi Covid-19 pada Nelayan, PMI Jember Bagikan Masker di TPI Puger
“Kalau kesehatannya sudah mulai aman, ekonominya mulai dilonggarkan, termasuk sosial budaya,” jelasnya.
Pihaknya juga mewaspadai gelombang kedua penyebaran covid-19, seperti di Benua Eropa. Maka dari itu saat libur panjang kemarin, pemerintah mewaspadai hal itu. meski saat ini masih belum ditemukan dampak libur panjang terhadap penyebaran covid-19, pihaknya sudah menyiagakan fasilitas kesehatan yang ada.
“Mereka libur mulai Rabu, kalau kenanya Rabu munculnya hari Selasa (3/11/20),” katanya.
Jadi dampak libur panjang kemarin belum terlihat. Dari data Gugus Tugas, dari 19 kecamatan, 11 di antaranya sudah menjadi zona kuning, 6 zona hijau dan 2 zona oranye.
Sampai Senin (2/11/20) malam ada 478 pasien terkonfirmasi positif covid-19. 450 dinyatakan sembuh, dikarantina 7 orang dan 17 lainnya dirawat.
