Belajar Daring Buka Peluang Anak Akses Film Bokep, Begini Nasihat Disdikpora Tulungagung | Tulungagung TIMES

Belajar Daring Buka Peluang Anak Akses Film Bokep, Begini Nasihat Disdikpora Tulungagung

Nov 01, 2020 18:30
(Ilustrasi/Google Image)
(Ilustrasi/Google Image)

Dampak negatif belajar daring (dalam jaringan atau online) bagi anak dikhawatirkan muncul jika dilakukan berkepanjangan. Misalnya dampak kesehatan karena anak terus-menerus menatap layar gadget. 

Selain itu, anak menjadi ketergantungan dan bahkan ketagihan bermain gadget meski tidak sedang kegiatan sekolah. Tak jarang, orang tua kesulitan mengendalikan anaknya untuk memegang handphone di luar keperluan mengikuti pelajaran sekolah.

Baca Juga : Perpustakaan Pusat UIN Malang Jalani Proses Reakreditasi secara Daring

"Jika di rumah, saya bisa mengawasi penggunaan hp pada anak. Namun, di mana-mana ada layanan WiFi gratis dan jika bermain anak pasti memaksa membawa gadget," kata Putri, orang tua siswa SMP di Tulungagung menceritakan perilaku anaknya.

Sekolah tatap muka, menurut Putri sangat membantu mengurangi ketergantungan memegang handphone pada anaknya.

Terlebih selama ini, jika pagi hingga siang anak belajar di sekolah, kemudian sore hari belajar ngaji di taman pendidikan Al-Qur'an dan malamnya seminggu 3 kali ikut les.

"Pegang hp bisa dibilang hanya jeda waktu antara kegiatan itu, namun sekarang sebaliknya," ujar ibu yang punya kesibukan berdagang keliling itu.

Putri kemudian menceritakan terkejut saat melihat jejak pencarian di gadget anaknya. Dia menemukan beberapa kali kegiatan mengakses film dewasa. Bahkan, setelah dicari dalam memori penyimpanan, ditemukan juga film bokep (porno) di dalamnya.

Menanggapi masalah ini, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Zuhri menjelaskan di masa pandemi ini pemerintah telah memenuhi kebutuhan daring anak didik dengan paket data 35 MB untuk akses pembelajaran dan internet.

"Dari dulu kami (Dinas) menyampaikan PJJ (pembelajaran jarak jauh) sangat membutuhkan kerja sama antara orang tua dengan guru. Orang tua wajib mengawasi anaknya berproses belajar di rumah, termasuk di dalamnya penyimpangan penggunaan hp oleh anak," kata Syaifudin, Minggu (01/11/2020).

Baca Juga : Siapkan Kurikulum Merdeka Belajar, FISIP Unmuh Jember Gelar FGD

Dirinya tidak menampik jika pembelajaran tatap muka sangat efektif membantu proses belajar anak sekaligus mengurangi penggunaan handphone.

"Semua pihak sangat menginginkan proses pembelajaran tatap muka dimulai, tapi keadaan lah yang belum memungkinkan  hal itu dilaksanakan," jelasnya.

Sementara itu pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tulungagung, Haryo Dewanto menegaskan orang tua jika kesulitan mengendalikan anak yang ketagihan handphone di luar tugas sekolah dapat menghubungi Guru BK atau yang juga sering disebut dengan istilah bimbingan konseling.

"Pengendalian ada pada guru BP (BK-red) sekolah setelah orang tuanya melapor," kata pria yang akrab dipanggil Yoyok itu.

Merujuk hasil survei yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika, di tahun sebelum adanya Covid-19 ada 65,34 persen anak usia 9 hingga 19 tahun yang menggunakan gawai atau gadget dalam mengakses pornografi. 
 

Topik
berita tulungagung

Berita Lainnya